Jumat 23 Juli 2021, 20:03 WIB

Boikot Perusahaan Es Krim kepada Israel Ciptakan Perang Dingin

Mediaindonesia.com | Internasional
Boikot Perusahaan Es Krim kepada Israel Ciptakan Perang Dingin

AFP/Emmanuel Dunand.
Seorang buruh bekerja di pabrik Ben & Jerry's, Be'er Tuvia, Israel selatan, pada Rabu (21/7).

 

AVI Zinger dari Israel mengatakan es krim yang dia buat biasanya membawa kegembiraan bagi warga. Tapi keputusan Ben & Jerry's untuk berhenti menjual di wilayah Palestina yang diduduki telah membawa pabriknya dalam badai politik.

"Kami akan terus menjual di mana saja yang berhubungan dengan Israel," kata Zinger kepada AFP di pabriknya, Beer-Tuvia, selatan Tel Aviv, tempat 160 pekerja membuat es krim populer itu.

Pada Senin, Ben & Jerry's mengumumkan tidak akan lagi menjual es krimnya di wilayah Palestina yang diduduki Israel, yaitu Tepi Barat dan Jerusalem Timur. Dua wilayah tersebut dikuasai negara Yahudi itu sejak 1967.

Lebih dari 670.000 pemukim Yahudi tinggal di dua wilayah. Komunitas itu sejatinya secara luas dianggap ilegal menurut hukum internasional.

Anggota parlemen Arab Israel, Ayman Odeh, mewakili banyak warga Palestina di Israel, memposting foto di media sosial dia sedang makan es krim. "Dietnya berjalan dengan baik," tulisnya sebagai tanda dukungan untuk Ben & Jerry's.

Pemerintah Israel telah membalas pembuat es krim itu. Perdana Menteri Naftali Bennett berbicara langsung dengan kepala eksekutif Unilever, yang memiliki Ben & Jerry's. Pada Kamis, Bennett mengatakan Israel akan menggunakan semua alat yang ada untuk melawan keputusan tersebut.

Pemerintah Israel telah bertahun-tahun memerangi gerakan BDS yang menyerukan boikot, divestasi, dan sanksi atas negara Yahudi yang digambarkannya melakukan perlakuan buruk terhadap warga Palestina.

Gilad Erdan, duta besar Israel untuk Washington, dalam suratnya mendesak 35 dari 50 negara bagian yang membentuk Amerika Serikat untuk menggunakan undang-undang anti-BDS untuk melarang boikot terhadap Israel. Presiden Israel Issac Herzog menyebut boikot itu sebagai bentuk baru terorisme.

Baca juga: Mantan Kepala HAM Pimpin Penyelidikan PBB atas Israel-Palestina

Namun Otoritas Palestina mengatakan Herzog harus berterima kasih kepada Ben & Jerry's untuk membunyikan 'alarm' itu. "Entah Israel bangun dari pendudukannya dan bekerja untuk mengakhirinya atau akan menghadapi boikot total," katanya. (OL-14)

Baca Juga

AFP/Jaafar Ashtiyeh.

Kembali Warga Palestina Tewas Ditembak Israel

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 September 2021, 13:45 WIB
Seorang juru bicara militer Israel mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya akan mengomentari insiden tersebut pada Minggu...
AFP/Kena Betancur.

Indonesia Tolak Tuduhan Vanuatu di PBB soal Pelanggaran HAM Papua

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 26 September 2021, 12:05 WIB
Perdana Menteri Vanuatu Bob Loughman Weibur menyinggung masalah pelanggaran hak asasi manusia di dunia yang masih terjadi secara luas dalam...
Aamir QURESHI / AFP

PM Pakistan Serukan Kerja Sama dengan Taliban, PM India Bereaksi

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 26 September 2021, 10:09 WIB
Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan menuduh pemerintah India melakukan teror terhadap umat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya