Jumat 23 Juli 2021, 00:23 WIB

Pembicaraan Tiongkok dan Kamboja Terkait Sungai Mekong Bocor

Mediaindonesia.com | Internasional
Pembicaraan Tiongkok dan Kamboja Terkait Sungai Mekong Bocor

globaltimes.cn
Sungai Mekong

 

Terkubur dalam dakwaan Amerika Serikat yang panjang terhadap aksi mata-mata global Tiongkok di dunia maya, ada hal yang mengundang penasaran.

Kamboja, salah satu sekutu Beijing paling loyal di Asia, ternyata juga menjadi target serangan siber Tiongkok.

Serangan itu mengungkap data pembicaraan antara Tiongkok dan Kamboja tentang penggunaan Sungai Mekong.

Sungai Mekong dianggap sebagai medan perang baru antara AS dan Tiongkok dalam menancapkan pengaruh mereka di Asia Tenggara.

Empat warga negara Tiongkok --tiga pejabat keamanan dan seorang peretas yang dikontrak-- telah didakwa melakukan serangan terhadap puluhan perusahaan, universitas dan badan-badan pemerintah di AS dan negara lain, kata Departemen Kehakiman AS, Senin.

Belum ada tanggapan dari mereka yang disebut dalam dakwaan itu.

Tuduhan tersebut, yang menurut Tiongkok dibuat-buat dan bermotivasi politik, tercantum dalam dakwaan pengadilan AS sepanjang 30 halaman tentang aktivitas sebuah perusahaan yang dikelola kementerian luar negeri Tiongkok di Hainan, provinsi kepulauan Tiongkok dekat Asia Tenggara.

Menurut dakwaan, salah satu target serangan adalah "Kementerian A Pemerintah Kamboja", di mana peretas "mencuri data terkait pembicaraan pemerintah Tiongkok dan Kamboja tentang penggunaan Sungai Mekong" pada Januari 2018.

Kementerian yang dimaksud adalah Kementerian Luar Negeri Kamboja, kata dua sumber yang mengetahui langsung dakwaan itu.

Kedutaan besar Tiongkok di Kamboja dan Kemenlu Tiongkok belum memberi tanggapan tentang hal itu.

Seorang juru bicara Kemenlu Kamboja meneruskan pertanyaan Reuters ke kementerian telekomunikasi, yang menolak berkomentar. Juru bicara pemerintah Kamboja Phay Siphan juga menolak memberi tanggapan.

Rahasia dan data
Sungai Mekong sepanjang 4.350 km, yang dikenal sebagai Lancang di bagian hulunya, mengalir dari Tiongkok di sepanjang perbatasan Myanmar, Laos, dan Thailand melalui Kamboja dan Vietnam. Sungai itu telah menghidupi masyarakat petani dan nelayan selama ribuan tahun.

Seperti Laut China Selatan, Sungai Mekong telah menjadi garis depan perseteruan AS dan Tiongkok.

Beijing menyalip Washington dalam hal pengeluaran dana dan pengaruh di negara-negara hilir karena memegang kendali atas perairan sungai itu.

Menurut dakwaan, para peretas Tiongkok mendapatkan data dari kementerian Tiongkok pada hari yang sama saat Kamboja menjadi tuan rumah pertemuan puncak Kerja Sama Lancang-Mekong (LMC) yang didukung Tiongkok dan dihadiri para pemimpin Tiongkok, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam di Phnom Penh pada 10 Januari 2018.

Data itu berisi pembicaraan dalam pertemuan tersebut, kata dakwaan tanpa menjelaskan detilnya.

Pada hari yang sama, para peretas menyembunyikan dan mengirimkan "rahasia perdagangan dan data hidroakustik" dalam gambar koala dan Presiden AS Donald Trump ke sebuah akun daring yang mereka kendalikan, menurut dakwaan itu.

Belum jelas apakah data hidroakustik --data yang dikumpulkan lewat sonar dan digunakan untuk mengawasi objek di bawah air-- berasal dari wilayah Sungai Mekong.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan kepada menteri-menteri luar negeri di Asia Tenggara bahwa AS mendukung sebuah "kawasan Mekong yang bebas dan terbuka" di bawah Kemitraan Mekong-AS yang didukung Washington. (Ant/OL-12)

 

Baca Juga

AFP/Jack Guez.

Menhan Israel akan Bahas Spyware Pegasus dengan Prancis

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Juli 2021, 18:05 WIB
Ada sejumlah topik yang akan dibahas, seperti krisis di Libanon, negosiasi nuklir dengan Iran, dan malware Pegasus yang dibuat oleh...
STR / AFP

Junta Myanmar Batalkan Hasil Pemilu yang Menangkan Partai Suu Kyi

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 27 Juli 2021, 16:10 WIB
Investigasi telah mengungkap lebih dari 11 juta kasus kecurangan dalam pemilihan di mana Liga Nasional untuk Demokrasi pimpinan Suu Kyi...
AFP/Saeed Khan.

Varian Delta Terkendali, Melbourne akan Cabut Lockdown

👤 Nur Aivanni 🕔Selasa 27 Juli 2021, 13:17 WIB
Setidaknya selama dua minggu, masyarakat tidak dapat mengundang tamu ke rumah mereka dan jumlah orang dalam pertemuan di luar ruangan akan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Saling Jaga dari Serangan Virus

PANDEMI covid-19 telah berdampak besar bagi warga, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan harian, seperti ojek daring, buruh harian, dan pekerja lepas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya