Kamis 22 Juli 2021, 22:29 WIB

Bukan cuma Pegasus, Banyak Perusahaan Israel Bikin Spyware

Mediaindonesia.com | Internasional
Bukan cuma Pegasus, Banyak Perusahaan Israel Bikin Spyware

AFP/Ludovic Marin.
Presiden Prancis Emmanuel Macron memegang ponselnya.

 

NSO Group, perusahaan Israel, berada di dalam badai atas heboh spyware Pegasus. Namun, ia bukanlah satu-satunya perusahaan yang membantu pemerintah dengan operasi pengawasan rahasia.

Klaim yang menghebohkan bahwa Pegasus digunakan untuk memata-matai para aktivis dan bahkan kepala negara telah menyoroti perangkat lunak tersebut yang memungkinkan akses ke ponsel seseorang. Tetapi NSO hanyalah salah satu pemain dalam industri yang diam-diam berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, bahkan mempersenjatai pemerintah yang kekurangan uang dengan teknologi pengawasan yang kuat.

"Alat-alat ini menjadi lebih murah dan lebih murah," kata Allie Funk, analis riset senior di bidang teknologi dan demokrasi di lembaga think tank AS Freedom House. "Jadi bukan hanya badan intelijen terkemuka di dunia yang bisa membelinya, tapi pemerintah yang lebih kecil atau badan kepolisian setempat."

Baca juga: Maroko Ancam Lakukan Tindakan Hukum atas Tudingan Spyware Pegasus

Negara-negara berkembang seperti India, Meksiko, dan Azerbaijan mendominasi daftar negara-negara tempat sejumlah besar nomor telepon diduga diidentifikasi sebagai kemungkinan target oleh klien NSO. Ron Deibert, direktur pusat penelitian Citizen Lab University of Toronto, mengatakan, "Perusahaan semacam itu memungkinkan pemerintah untuk secara efektif membeli NSA mereka sendiri." NSA merupakan Badan Keamanan Nasional AS yang pengawasan ekstensifnya sendiri diungkap oleh Edward Snowden.

Citizen Lab menjelajahi internet untuk mencari jejak spionase digital oleh pemerintah. Baru minggu lalu ia menerbitkan penyelidikan terhadap perusahaan rahasia Israel lain yang menjual spyware kepada pemerintah asing yaitu Candiru. Tampaknya Candiru juga digunakan untuk menargetkan para pembangkang dan jurnalis dari Turki hingga Singapura.

Pada 2017, Citizen Lab menemukan bahwa Ethiopia telah menggunakan spyware yang dikembangkan oleh Cyberbit, satu lagi perusahaan Israel. Spyware ini untuk menginfeksi komputer para pembangkang yang diasingkan. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/JAVED TANVEER

AS Siap Terima Ribuan Warga Afghanistan Lagi

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 03 Agustus 2021, 08:08 WIB
Departemen Luar Negeri mengatakan prioritas yang lebih besar sekarang juga akan diberikan kepada warga Afghanistan yang dipekerjakan oleh...
AFP/STR

Singapura akan Sumbang Rp1,4 Miliar untuk Upaya ASEAN Bantu Myanmar

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 03 Agustus 2021, 07:05 WIB
“Kami mendesak implementasi cepat dan efektif dari Konsensus Lima Poin yang disepakati pada Pertemuan Pemimpin ASEAN, 24 April...
AFP

AS Tolak Rencana Pemilu Myanmar

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 03 Agustus 2021, 06:50 WIB
AS menilai junta Myanmar mempermainkan waktu disaat Menlu AS Blinken bersiap untuk mendorong ASEAN untuk menunjuk seorang utusan. Namun,...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ini Adalah Pekerjaan Kita

POLDA Metro Jaya menggelar program Vaksinasi Merdeka dengan target seluruh warga DKI Jakarta sudah menerima vaksin covid-19 tahap pertama pada 17 Agustus 2021.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya