Selasa 20 Juli 2021, 11:13 WIB

Usai Pembunuhan Presiden Jovenel Moise, Haiti Segera Gelar Pemilu

Nur Aivanni | Internasional
Usai Pembunuhan Presiden Jovenel Moise, Haiti Segera Gelar Pemilu

Valerie Baeriswyl / AFP
Perdana Menteri Interim Haiti Claude Joseph.

 

PERDANA Menteri (PM) Interim Claude Joseph yang telah memimpin Haiti sejak pembunuhan Presiden Jovenel Moise, pada Senin (19/7), setuju untuk mundur dan memberi jalan bagi pemerintahan inklusif yang akan mengadakan pemilihan umum.

PM Interim Claude Joseph, kata seorang pejabat pemerintah, akan menyerahkan kekuasaannya pada Selasa (20/7) kepada pemerintahan baru yang tugas utamanya adalah mengadakan pemilihan umum dengan cepat.

Pemerintahan itu akan dipimpin Ariel Henry, yang ditunjuk oleh Moise untuk menggantikan Joseph hanya beberapa hari sebelum Presiden Haiti ditembak mati di rumahnya di Port-au-Prince pada Rabu dini hari (7/7).

Beberapa jam setelah pembunuhan itu, Joseph menyatakan "keadaan pengepungan". Ia mengatakan dirinya yang bertanggung jawab, melancarkan perebutan kekuasaan di negara Karibia yang miskin itu.

Pengumuman pada Senin (19/7) itu meningkatkan harapan untuk mengakhiri ketidakpastian dan muncul setelah Amerika Serikat (AS) yang memberikan pengaruh yang luas di Haiti, telah bergabung dengan kekuatan lain dalam menjelaskan bahwa Joseph harus memberi jalan.

Departemen Luar Negeri (Deplu) AS menyambut baik kesepakatan tersebut. Juru Bicara Deplu AS Ned Price mengatakan AS didorong untuk melihat aktor politik dan sipil Haiti bekerja untuk membentuk pemerintah persatuan yang dapat menstabilkan negara itu.

Haiti tidak memiliki parlemen yang berfungsi dan tidak ada proses suksesi yang dapat dijalankan, dan sudah terperosok jauh ke dalam krisis politik dan keamanan ketika Moise yang berusia 53 tahun terbunuh.

Joseph dan Henry bertemu selama beberapa hari untuk membentuk pemerintahan yang lebih inklusif, kata pejabat itu, yang dekat dengan kantor perdana menteri.

"Tidak akan ada Presiden Republik. Misi pemerintahan baru ini adalah menyelenggarakan pemilihan umum sesegera mungkin," tambahnya.

Joseph akan kembali ke jabatan sebelumnya sebagai menteri luar negeri di pemerintahan baru.

Moise telah memerintah Haiti, negara termiskin di benua Amerika, melalui dekrit, setelah pemilihan legislatif yang dijadwalkan pada 2018 ditunda karena berbagai perselisihan, termasuk pada saat masa jabatannya sendiri berakhir.

Selain pemilihan presiden, legislatif, dan lokal, Haiti akan mengadakan referendum konstitusional pada September setelah dua kali ditunda karena pandemi virus korona.

Pejabat itu tidak memberikan batas waktu kapan pemilihan umum yang baru akan diadakan. (AFP/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP/STR

Singapura akan Sumbang Rp1,4 Miliar untuk Upaya ASEAN Bantu Myanmar

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 03 Agustus 2021, 07:05 WIB
“Kami mendesak implementasi cepat dan efektif dari Konsensus Lima Poin yang disepakati pada Pertemuan Pemimpin ASEAN, 24 April...
AFP

AS Tolak Rencana Pemilu Myanmar

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 03 Agustus 2021, 06:50 WIB
AS menilai junta Myanmar mempermainkan waktu disaat Menlu AS Blinken bersiap untuk mendorong ASEAN untuk menunjuk seorang utusan. Namun,...
AFP/Luis Acosta

Uni Emirat Arab Mulai Berikan Vaksin untuk Anak Usia 3 Hingga 17 Tahun

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 02 Agustus 2021, 20:05 WIB
Uni Emirat Arab (UAE) akan mulai menyuntikkan vaksin COVID-19 buatan Sinopharm, Tiongkok, pada anak-anak usia 3 hingga 17...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ini Adalah Pekerjaan Kita

POLDA Metro Jaya menggelar program Vaksinasi Merdeka dengan target seluruh warga DKI Jakarta sudah menerima vaksin covid-19 tahap pertama pada 17 Agustus 2021.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya