Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Haiti: Negeri Dikepung Geng, tapi Bersatu saat Lolos ke Piala Dunia

Dhika Kusuma Winata
20/11/2025 15:13
Haiti: Negeri Dikepung Geng, tapi Bersatu saat Lolos ke Piala Dunia
Haiti.(DOK FIFA)

HAITI, negeri yang selama ini diguncang kekerasan geng, berubah menjadi lautan kembang api dan tarian setelah timnas mereka memastikan tiket ke Piala Dunia 2026. Di tengah krisis yang membuat hidup serba genting, rakyat Haiti larut dalam sukacita yang langka.

Rakyat Haiti merayakan kelolosan pertama dalam lebih dari setengah abad. Ini menjadi penampilan kedua Haiti di Piala Dunia setelah terakhir kali pada 1974.

Negara termiskin di benua Amerika itu mengamankan tempat di putaran final setelah kemenangan 2-0 atas Nikaragua pada laga yang dimainkan di Curacao, Rabu (19/11). Lokasi itu dipakai semua laga kandang akibat situasi keamanan di Port-au-Prince yang tidak kondusif.

“Kita butuh hari libur nasional untuk merayakannya, sekolah ditutup. Kita butuh kebahagiaan. Buka negara ini dan enyahkan geng,” ujar seorang suporter di Port-au-Prince.

Perayaan bahkan menembus wilayah-wilayah yang dikuasai geng. Jimmy Barbecue Cherisier, pemimpin koalisi geng Viv Ansanm yang dikenai sanksi PBB, tampak dalam video yang beredar sedang menari bersama warga di lingkungannya. 

Ironisnya, tiga hari sebelumnya ia mengimbau penduduk tetap di dalam rumah dan menyatakan siap berhadapan dengan kepolisian.

Ribuan orang juga turun ke jalan di ibu kota dan kota lain seperti Cap-Haitien dan Miragoane. Musik khas setempat rara menggema, bendera nasional berkibar dari tangan para pendukung yang bertelanjang dada, dan pesta berlanjut hingga Kamis (20/11) pagi.

“Seharusnya saya tak berada di jalan pada jam segini, tapi demi Haiti saya tetap melakukannya,” kata seorang penggemar, Widenie Bruno.

Seorang pendukung muda menyatakan akan merayakan sepanjang malam, apa pun risikonya.

“Saya begitu bangga pada Haiti sampai-sampai saya akan menghabiskan segalanya malam ini. Biarlah besok saya tak punya uang. Malam ini kita merayakannya di jalan," ungkapnya.

Kebahagiaan itu menjadi jeda pendek di tengah kehidupan yang ganas karena geng bersenjata yang menguasai 90% ibu kota. Pembunuhan, pemerkosaan, penjarahan, dan penculikan membuat negara itu ke dalam krisis kemanusiaan. 

Situasi makin memburuk sejak awal 2024 setelah geng memaksa Perdana Menteri Ariel Henry mundur.

Setelah kemenangan atas Nikaragua, publik Haiti masih menahan napas menunggu hasil laga Kosta Rika kontra Honduras. Hasil imbang tanpa gol di pertandingan itu akhirnya memastikan sesuatu yang selama ini dianggap mustahil yaitu tiket Piala Dunia.

Meski demikian, para suporter belum tentu bisa menyaksikan langsung laga tim mereka di Amerika Serikat. Pasalnya, pada Juni lalu pemerintahan Presiden Donald Trump memasukkan Haiti ke daftar 12 negara yang warganya dilarang masuk AS. (AFP/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya