Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HAITI, negeri yang selama ini diguncang kekerasan geng, berubah menjadi lautan kembang api dan tarian setelah timnas mereka memastikan tiket ke Piala Dunia 2026. Di tengah krisis yang membuat hidup serba genting, rakyat Haiti larut dalam sukacita yang langka.
Rakyat Haiti merayakan kelolosan pertama dalam lebih dari setengah abad. Ini menjadi penampilan kedua Haiti di Piala Dunia setelah terakhir kali pada 1974.
Negara termiskin di benua Amerika itu mengamankan tempat di putaran final setelah kemenangan 2-0 atas Nikaragua pada laga yang dimainkan di Curacao, Rabu (19/11). Lokasi itu dipakai semua laga kandang akibat situasi keamanan di Port-au-Prince yang tidak kondusif.
“Kita butuh hari libur nasional untuk merayakannya, sekolah ditutup. Kita butuh kebahagiaan. Buka negara ini dan enyahkan geng,” ujar seorang suporter di Port-au-Prince.
Perayaan bahkan menembus wilayah-wilayah yang dikuasai geng. Jimmy Barbecue Cherisier, pemimpin koalisi geng Viv Ansanm yang dikenai sanksi PBB, tampak dalam video yang beredar sedang menari bersama warga di lingkungannya.
Ironisnya, tiga hari sebelumnya ia mengimbau penduduk tetap di dalam rumah dan menyatakan siap berhadapan dengan kepolisian.
Ribuan orang juga turun ke jalan di ibu kota dan kota lain seperti Cap-Haitien dan Miragoane. Musik khas setempat rara menggema, bendera nasional berkibar dari tangan para pendukung yang bertelanjang dada, dan pesta berlanjut hingga Kamis (20/11) pagi.
“Seharusnya saya tak berada di jalan pada jam segini, tapi demi Haiti saya tetap melakukannya,” kata seorang penggemar, Widenie Bruno.
Seorang pendukung muda menyatakan akan merayakan sepanjang malam, apa pun risikonya.
“Saya begitu bangga pada Haiti sampai-sampai saya akan menghabiskan segalanya malam ini. Biarlah besok saya tak punya uang. Malam ini kita merayakannya di jalan," ungkapnya.
Kebahagiaan itu menjadi jeda pendek di tengah kehidupan yang ganas karena geng bersenjata yang menguasai 90% ibu kota. Pembunuhan, pemerkosaan, penjarahan, dan penculikan membuat negara itu ke dalam krisis kemanusiaan.
Situasi makin memburuk sejak awal 2024 setelah geng memaksa Perdana Menteri Ariel Henry mundur.
Setelah kemenangan atas Nikaragua, publik Haiti masih menahan napas menunggu hasil laga Kosta Rika kontra Honduras. Hasil imbang tanpa gol di pertandingan itu akhirnya memastikan sesuatu yang selama ini dianggap mustahil yaitu tiket Piala Dunia.
Meski demikian, para suporter belum tentu bisa menyaksikan langsung laga tim mereka di Amerika Serikat. Pasalnya, pada Juni lalu pemerintahan Presiden Donald Trump memasukkan Haiti ke daftar 12 negara yang warganya dilarang masuk AS. (AFP/I-3)
Wacana boikot penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat dinilai bisa menjadi bentuk tekanan politik paling ekstrem terhadap klaim Washington atas Greenland.
Meski tidak menyandang status sebagai tim unggulan utama, Ronald Koeman yakin timnas Belanda mampu berbicara banyak dan mengejutkan di Piala Dunia 2026.
Bagi Thomas Tuchel, kesuksesan di turnamen besar sangat bergantung pada atmosfer di dalam kamp latihan.
FIFA PASS resmi hadir untuk mempermudah visa Amerika Serikat bagi pemegang tiket Piala Dunia 2026. Simak fitur, cara kerja, dan syaratnya di sini.
Pengetatan visa Donald Trump mengancam trafik suporter di Miami sebagai host Piala Dunia 2026. Simak dampak ekonomi dan skema FIFA PASS di sini.
Kebijakan visa ketat Donald Trump mulai mengancam kelancaran Grup C Piala Dunia 2026. Maroko dan Brasil hadapi ketidakpastian akses ke Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved