Selasa 20 Juli 2021, 05:55 WIB

Hongaria Bantah Gunakan Spyware Pegasus

Mediaindonesia.com | Internasional
Hongaria Bantah Gunakan Spyware Pegasus

AFP/Jack Guez
Menteri Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto memberikan pernyataan di sebelah mitranya dari Israel Gabi Ashkenazi (kanan).

 

HONGARIA membantah laporan media pada Senin (19/7) bahwa mereka menggunakan perangkat lunak rahasia buatan Israel, Pegasus, untuk menyusup ke smartphone wartawan investigasi dan tokoh masyarakat lain.

"Pemerintah tidak memiliki pengetahuan tentang jenis pengumpulan data ini," kata Menteri Luar Negeri Peter Szijjarto pada konferensi pers. Ia menambahkan bahwa badan intelijen sipil Hongaria tidak menggunakan perangkat lunak Pegasus dengan cara apa pun.

Laporan media pada Minggu (18/7) mengklaim pemerintah di beberapa negara di seluruh dunia telah menggunakan teknologi spyware yang dikembangkan oleh NSO Group yang berbasis di Israel untuk menyusup ke smartphone yang berpotensi puluhan ribu orang. Hongaria menjadi satu-satunya negara Uni Eropa yang disebutkan dalam daftar nomor telepon yang bocor.

Menurut laporan, telepon yang dipantau di Hongaria termasuk telepon dua jurnalis investigasi, pemilik situs berita yang kritis terhadap pemerintah, wali kota oposisi, dan beberapa pengacara.

Janos Stummer dari partai oposisi Jobbik, yang menjabat sebagai kepala Komite Keamanan Nasional parlemen, menuntut konsekuensi tersebut. Stummer berusaha mengumpulkan komite untuk menanyai kepala intelijen. Szijjarto mengatakan kepala dinas rahasia akan menghadiri pertemuan itu jika dipanggil.

Wakil presiden komite Janos Halasz, anggota Fidesz yang berkuasa dan memiliki mayoritas di komite, mengatakan bahwa badan tersebut tidak perlu bertemu. Laporan pers sayap kiri itu tidak berdasar, kata Halasz.

Asosiasi Nasional Jurnalis Hongaria (MUOSZ) mengatakan pihaknya terkejut dengan pengungkapan tersebut. "Jika ini masalahnya, itu tidak dapat diterima, keterlaluan, dan ilegal. Informasi lengkap harus segera diungkapkan kepada publik," kata asosiasi itu dalam pernyataan.

Baca juga: Pro Kontra Laporan Pegasus Beraksi di India

"Laporan tersebut membawa rasa malu bagi negara, kata Wali Kota Budapest Gergely Karacsony, yang berharap untuk mencalonkan diri melawan Perdana Menteri Viktor Orban pada pemilihan umum tahun depan.

"Pemerintah berutang jawaban," katanya. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Jack Guez.

Menhan Israel akan Bahas Spyware Pegasus dengan Prancis

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Juli 2021, 18:05 WIB
Ada sejumlah topik yang akan dibahas, seperti krisis di Libanon, negosiasi nuklir dengan Iran, dan malware Pegasus yang dibuat oleh...
STR / AFP

Junta Myanmar Batalkan Hasil Pemilu yang Menangkan Partai Suu Kyi

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 27 Juli 2021, 16:10 WIB
Investigasi telah mengungkap lebih dari 11 juta kasus kecurangan dalam pemilihan di mana Liga Nasional untuk Demokrasi pimpinan Suu Kyi...
AFP/Saeed Khan.

Varian Delta Terkendali, Melbourne akan Cabut Lockdown

👤 Nur Aivanni 🕔Selasa 27 Juli 2021, 13:17 WIB
Setidaknya selama dua minggu, masyarakat tidak dapat mengundang tamu ke rumah mereka dan jumlah orang dalam pertemuan di luar ruangan akan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Saling Jaga dari Serangan Virus

PANDEMI covid-19 telah berdampak besar bagi warga, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan harian, seperti ojek daring, buruh harian, dan pekerja lepas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya