Selasa 20 Juli 2021, 04:50 WIB

Pro Kontra Laporan Pegasus Beraksi di India

Mediaindonesia.com | Internasional
Pro Kontra Laporan Pegasus Beraksi di India

AFP/-.
Perdana Menteri India Shri Narendra Modi.

 

PARA pengkritik mengatakan bahwa India sebagai demokrasi terbesar di dunia telah menjadi semakin otoriter di bawah Perdana Menteri Narendra Modi. Pemerintah dituduh berusaha membungkam perbedaan pendapat melalui spyware buatan perusahaan Israel, Pegasus

Pemerintah India menegaskan kembali dalam pernyataan kepada Washington Post bahwa tuduhan mengenai pengawasan pemerintah dengan memanfaatkan Pegasus terhadap orang-orang tertentu tidak memiliki dasar atau kebenaran konkret yang terkait dengannya. Salah satu yang disebut sebagai target pengawasan potensial pada 2017 ialah Ashwini Vaishnaw, menteri elektronik dan teknologi informasi India yang baru dilantik, tambah laporan itu.

Vaishnaw mengatakan pada Senin di parlemen, "Tidak ada substansi apa pun dalam laporan tersebut. Segala bentuk pengawasan ilegal tidak mungkin dilakukan karena pemeriksaan dan keseimbangan kami dalam undang-undang dan institusi kami yang kuat."

Menteri Dalam Negeri Amit Shah mengatakan, "Laporan itu bertujuan mempermalukan India di panggung dunia, menjajakan narasi lama yang sama tentang bangsa kita, dan menggagalkan pembangunan India."

Gandhi, dari partai oposisi utama Kongres, mengatakan kepada Guardian bahwa jika tuduhan itu benar, itu merupakan, "Serangan terhadap fondasi demokrasi negara kita".

Paranjoy Guha Thakurta, seorang jurnalis independen, mengatakan bahwa Amnesti Internasional Digital Lab memberitahu dia bahwa teleponnya disusupi pada Maret, April, dan Mei 2018. "Itu juga membahayakan sumber saya. Orang-orang yang berbicara kepada anda dengan syarat anonim, jika mereka diungkap, itu mengerikan," katanya kepada AFP. "Ini buruk bagi demokrasi, buruk bagi jurnalisme. Ini mengerikan."

Baca juga: Pegasus Targetkan Saingan Utama PM India Narendra Modi

NSO, yang mengatakan hanya melisensikan Pegasus kepada pemerintah, telah menyebut tuduhan itu salah dan telah membantah melakukan kesalahan. (OL-14)

Baca Juga

AFP/SAUL LOEB

Biden Tuding Rusia Coba Ganggu Pemilu 2022

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 28 Juli 2021, 12:10 WIB
AS akan mengadakan pemilu sela pada 2022, saat semua kursi di Dewan Perwakilan Rakyat dan sepertiga kursi Senat akan diperebutkan oleh para...
AFP/Carlos CHOW / Centro Gestion Chinchorro

Mumi Asal Cile Dinyatakan Sebagai Warisan Budaya Dunia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 28 Juli 2021, 11:44 WIB
Mumi, yang ditemukan di wilayah utara Cile pada awal abad ke-20, berusia lebih dari  ribu tahun, yang berarti mumi itu lebih tua...
AFP/Janine Costa

Kalender Matahari Purba Peru Dinyatakan Sebagai Warisan Budaya Dunia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 28 Juli 2021, 11:23 WIB
Observatori Chankillo, yang dibangun oleh perabadan kuno sekitar dua milenial sebelum hadirnya suku pemuja matahari, Kerajaan Inca, bisa...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Membangun Konektivitas Segitiga Emas Jawa Bagian Tengah

 Untuk membangkitkan pertumbuhan perekonomian di Jawa bagian tengah, Tol Joglosemar menjadi salah satu solusi

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya