Rabu 14 Juli 2021, 20:31 WIB

Ribuan Orang Iringi Pemakaman Putri Aktivis Palestina yang Dipenjara Israel

Mediaindonesia.com | Internasional
Ribuan Orang Iringi Pemakaman Putri Aktivis Palestina yang Dipenjara Israel

AFP/Abbas Momani.
Demonstrasi warga Palestina di penjara Ofer untuk menuntut pembebasan Khaleda Jarrar, Senin (12/7).

 

RIBUAN warga Palestina berbaris melalui Ramallah, Selasa (13/7), untuk memakamkan aktivis hak asasi manusia, Suha Jarrar, 31. Israel menolak untuk membebaskan ibunya yang juga anggota parlemen, Khalida Jarrar, dari penjara untuk menghadiri pemakaman.

"Kami semua ialah putrimu, oh Jarrar," teriak massa. Khalida Jarrar, 58, telah ditangkap dan dipenjara berkali-kali dan sering ditahan tanpa tuduhan dalam aturan yang disebut orang Israel sebagai penahanan administratif.

Palestina dan organisasi hak asasi manusia telah menekan untuk pembebasannya untuk pemakaman putrinya. Tapi hasilnya sia-sia.

Suha Jarrar ditemukan tewas di rumahnya di Ramallah pada Minggu (13/7), menurut kelompok advokasi Al-Haq tempat dia bekerja. Direktur Al-Haq Shawan Jabarin mengatakan kepada AFP penyebab kematian tidak diketahui dan keluarga sedang menunggu hasil autopsi.

Pernyataan dari kelompok itu mengatakan Suha Jarrar akan tetap menjadi panutan dalam kekuatan, kesabaran, kemurahan hati, dan pembangkangannya dalam menghadapi ketidakadilan yang ekstrem dan kesulitan dari pendudukan militer dan apartheid Israel yang berkepanjangan.

Khalida Jarrar dijatuhi hukuman dua tahun penjara pada Maret 2021 karena tergabung dalam Front Populer untuk Pembebasan Palestina, yang oleh Israel dan Amerika Serikat disebut sebagai organisasi teroris. Dia telah ditahan tanpa dakwaan sejak 2019.

Jarrar terpilih menjadi anggota Dewan Legislatif Palestina atau parlemen sebagai bagian dari PFLP. Militer Israel tidak menemukan bukti bahwa dia mengambil bagian dalam tindakan kekerasan.

Pada Senin, demonstran Palestina melemparkan batu dan mengguncang gerbang kuning penjara militer Ofer di utara Jerusalem, tempat banyak orang Palestina ditahan. Pasukan Israel membalas dengan gas air mata.

Aktivis Abdullah Abu Rahma mengatakan kepada AFP bahwa dia menghadiri protes itu untuk mengekspresikan solidaritas kepada Khalida Jarrar dan memberikan tekanan pada Israel. "Agar suara kami mencapai hak asasi manusia dan lembaga-lembaga internasional untuk menghentikan penangkapan sewenang-wenang ini," katanya.

Di Al-Haq, Suha Jarrar mengkhususkan diri dalam masalah lingkungan dan gender, termasuk memberi pengarahan kepada PBB tentang akses Palestina ke air di bawah pendudukan Israel. Dia belajar di Kanada dan memperoleh gelar Master dalam ilmu dan kebijakan perubahan iklim di Inggris.

Omar Shakir, Direktur Israel dan Palestina untuk Human Rights Watch, mengecam keputusan Israel untuk tidak membebaskan Khalida Jarrar untuk menghadiri pemakaman putrinya. "Setelah berulang kali menahan Khalida yang melanggar haknya, otoritas Israel setidaknya harus mengizinkannya untuk mengucapkan selamat tinggal kepada putrinya," tulis Shakir dalam pernyataan. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/JOHN ANGELILLO

Abbas Ultimatum Israel Agar Tinggalkan WIlayah Palestina Dalam Tempo 1 Tahun

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 25 September 2021, 10:22 WIB
"Kami menegaskan Israel, sebagai kekuatan penjajah, memiliki waktu satu tahun untuk keluar dari wilayah Palestina, yang mereka duduki...
AFP/Gianni BIDDAU

Dibebaskan dari Penjara, Puigdemont Bisa Tinggalkan Italia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 25 September 2021, 09:30 WIB
Pria berusia 58 tahun, yang ditahan selama semalam setelah ditahan pada Kamis (23/9), kini bebas meninggalkan Italia namun harus kembali...
AFP/Don MacKinnon

Sempat Ditahan 3 Tahun, Eksekutif Huawei Dibebaskan Kanada

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 25 September 2021, 09:15 WIB
Meng ditahan di Kanada setelah AS menudingnya melakukan pebnipuan terhadap bank HSBC dalam upaya melanggar sanksi AS terhadap...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rivalitas Sengit Menjadi Panglima

PERSAINGAN antara KSAD Jenderal Andika Perkasa dan KSAL Laksamana Yudo Margono untuk menjadi Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto makin sengit.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya