Rabu 14 Juli 2021, 09:09 WIB

Menlu Serukan Dukungan terhadap Perjuangan Palestina di KTM GNB

Nur Aivanni | Internasional
Menlu Serukan Dukungan terhadap Perjuangan Palestina di KTM GNB

ANTARA FOTO/Dhemas R
Menlu Retno Marsudi

 

MENTERI Luar Negeri RI Retno Marsudi memimpin Delegasi RI pada pertemuan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Mid-Term Gerakan Non-Blok (GNB) yang berlangsung secara virtual pada 13-14 Juli 2021 di bawah keketuaan Azerbaijan.

"GNB masih menghadapi tantangan yang sama sejak berdiri 60 tahun yang lalu, yaitu isu-isu mengenai kekuatan besar dunia, ketidaksetaraan, kesenjangan, dan ketidakadilan sosial-ekonomi," kata Retno dalam pernyataannya seperti dikutip dari laman kemlu.go.id, Rabu (14/7).

Isu-isu tersebut menjadi lebih rumit dengan adanya berbagai tantangan masa kini. Oleh karena itu, prinsip-prinsip dan nilai-nilai GNB, termasuk multilateralisme, menjadi semakin relevan.

Dalam pertemuan itu, Retno menyampaikan tiga area di mana GNB dapat bersinergi dan menjadi bagian dari solusi, yaitu, pertama, akses terhadap vaksin covid-19 yang berkeadilan.

"Kesenjangan vaksinasi saat ini sangat besar. Sebagian besar negara maju telah menyuntikkan vaksin setara dengan 70% populasi mereka, sementara sebagian besar dari negara GNB masih di bawah 10%," ujarnya.

Retno juga menyampaikan bahwa prioritas negara GNB adalah untuk memperkecil kesenjangan tersebut dan mempercepat vaksinasi di negara berkembang.

"GNB dapat berkontribusi pada upaya itu dengan menyerukan lebih banyak dose-sharing, memperkuat dukungan terhadap COVAX Facility, dan mendukung TRIPS waiver negotiation," terangnya.

Kedua, kerja sama untuk pemulihan ekonomi. Dikatakannya, pandemi telah mendorong ratusan juta orang ke jurang kemiskinan dan menghambat kemajuan menuju SDG.

Baca juga:  Indonesia Soroti Dampak Agresi Israel pada Pekerja di Palestina

Karena itu, lanjutnya, GNB harus bekerja bersama untuk memastikan partisipasi dari negara-negara berkembang dalam arsitektur keuangan internasional, mengatasi praktik perdagangan yang tidak adil dan persyaratan donor, serta meningkatkan kemitraan global untuk pembangunan.

"Indonesia akan menggunakan Presidensi G20 tahun depan untuk memajukan kepentingan negara berkembang," tegas Retno.

Ketiga, kemerdekaan Palestina. Retno menyampaikan bahwa hingga saat ini, Palestina masih menjadi satu-satunya negara yang belum mencapai kemerdekaannya.

"Seluruh negara anggota GNB harus mengakui negara Palestina, mendukung peluncuran kembali negosiasi multilateral yang kredibel, dan memastikan akses kemanusiaan untuk meringankan penderitaan rakyat Palestina," tuturnya.

Retno juga menegaskan GNB memiliki kekuatan dari segi ukuran dan jumlah negara anggota. Dia meyakinkan negara GNB dapat menerjemahkan kekuatan tersebut menjadi pengaruh positif bagi dunia jika terus bekerja sama dan tetap setia pada Dasasila Bandung.

Sebagai informasi, KTM menghasilkan Political Declaration yang menegaskan posisi GNB dalam berbagai isu global. Delri ikut berkontribusi dalam pengajuan sejumlah usulan paragraf mengenai pandemi covid-19 (distribusi vaksin berkeadilan), peran perempuan dalam misi perdamaian (women in peacekeeping), pelucutan senjata, peran negara observer, perubahan metode kerja GNB, dan isu Palestina. KTM juga mengesahkan Rusia sebagai negara pengamat (observer) GNB.(OL-5)

Baca Juga

AFP

Junta akan Adili Aung San Suu Kyi Terkait Kasus Korupsi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 18 September 2021, 12:36 WIB
Setiap dakwaan korupsi diancam hukuman maksimal 15 tahun. Uji coba yang sedang berlangsung ditunda selama dua bulan karena Myanmar bergulat...
AFP/NARINDER NANU

Rekor, India Capai 22 juta Suntikan Vaksin Covid-19 di Ultah PM Narendra Modi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 18 September 2021, 11:43 WIB
Jumlah vaksinasi harian terbaik sebelumnya adalah 14 juta pada bulan Agustus. Kini mencapai rekor dengan 22 juta suntikan per...
Ilustrasi

Prancis Tarik Duta Besarnya di Australia dan AS

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 18 September 2021, 11:18 WIB
Menlu Jean-Yves Le Drian mengatakan Presiden Emmanuel Macron memerintahkan penarikan kembali para utusan setelah Canberra membatalkan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ramai-Ramai Abai Laporkan Kekayaan

KPK mengungkap kepatuhan para pejabat membuat LHKPN tahun ini bermasalah. Akurasinya juga diduga meragukan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya