Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
HAMAS menyatakan setuju dengan proposal terbaru dari mediator regional mengenai gencatan senjata di Gaza sekaligus kesepakatan pembebasan sandera. Informasi ini disampaikan kepada BBC oleh sumber dalam kelompok bersenjata Palestina tersebut.
Proposal yang diajukan Mesir dan Qatar disebut berlandaskan kerangka yang sebelumnya disampaikan utusan Amerika Serikat, Steve Witkoff, pada Juni lalu. Rencana itu mencakup pembebasan sekitar separuh dari 50 sandera Israel yang masih ditahan Hamas, 20 di antaranya diyakini masih hidup, dalam dua tahap selama masa gencatan senjata 60 hari. Pada periode itu juga akan dilakukan negosiasi menuju penghentian permanen perang.
Meski begitu, sikap Israel masih belum jelas. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebelumnya menegaskan hanya akan menerima kesepakatan jika seluruh sandera dibebaskan sekaligus. Dalam pernyataan video terbarunya, Netanyahu tidak menyinggung langsung soal proposal tersebut, namun menyebut Hamas berada dalam tekanan besar.
Sementara itu, Kepala Staf Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir menyebut perang yang sudah berlangsung 22 bulan ini berada di titik krusial, dengan fokus serangan semakin diarahkan ke Kota Gaza. Pada Senin (18/8), saksi mata melaporkan tank-tank Israel yang didukung serangan udara dan artileri bergerak maju ke wilayah Sabra di Gaza, mengepung sekolah dan klinik PBB yang menampung ratusan warga mengungsi.
Kabinet Israel dijadwalkan pekan ini membahas rencana pendudukan penuh Kota Gaza. Netanyahu sendiri sebelumnya telah mengumumkan niat memperluas ofensif hingga mencakup seluruh wilayah Gaza, termasuk area yang menjadi tempat perlindungan bagi sebagian besar dari 2,1 juta penduduknya.
Delegasi Hamas yang dipimpin Khalil al-Hayya saat ini berada di Kairo untuk membahas peluang kesepakatan dengan mediator. Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, menekankan pentingnya segera mencapai gencatan senjata demi meredakan krisis kemanusiaan yang disebutnya “di luar imajinasi”.
Di Israel, ratusan ribu orang turun ke jalan di Tel Aviv menuntut pemerintah segera membuat kesepakatan agar perang berakhir dan para sandera bisa dipulangkan. Namun Netanyahu menuding aksi itu justru memperkuat posisi Hamas dalam negosiasi.
Di sisi lain, warga Palestina di Gaza juga menyerukan segera dihentikannya perang. “Hamas dan tuntutannya tidak mewakili saya. Kami hanya ingin hidup damai dan aman untuk anak-anak kami,” ujar seorang perempuan kepada jurnalis lokal yang bekerja untuk BBC.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi lewat media sosial dengan mengatakan pembebasan sandera hanya bisa tercapai jika Hamas dihancurkan. Netanyahu pun menegaskan perang baru akan berakhir jika seluruh sandera dibebaskan, Hamas dilucuti senjata, dan Gaza ditempatkan di bawah kendali keamanan Israel.
Hamas sendiri menginginkan kesepakatan komprehensif: pembebasan sandera ditukar dengan tahanan Palestina di penjara Israel, penghentian perang, serta penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza. Kelompok itu juga menegaskan tidak akan melucuti senjata kecuali ada negara Palestina merdeka.
Perang di Gaza meletus setelah serangan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 lainnya. Sejak itu, menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, lebih dari 62 ribu orang tewas. Sebagian besar warga Gaza telah terusir dari rumah mereka, lebih dari 90% hunian hancur atau rusak, sementara sistem kesehatan, air, dan sanitasi runtuh. PBB juga memperingatkan kondisi kelaparan ekstrem kini tengah berlangsung di wilayah tersebut. (BBC/Z-2)
Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi tegaskan tidak butuh gencatan senjata dan siap hadapi invasi darat AS.
Dalam wawancara terbaru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak keras konsesi wilayah dan menyoroti tekanan dari Donald Trump terkait gencatan senjata.
Operasi evakuasi menghadapi tantangan besar karena minimnya alat berat dan kemampuan teknis yang memadai.
Korban jiwa di Gaza mencapai 72.027 orang. Meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025, evakuasi jenazah dan serangan sporadis Israel masih terus memakan korban.
Donald Trump desak Putin akhiri perang setelah Rusia melancarkan serangan besar ke infrastruktur energi Kyiv, melanggar janji jeda serangan di musim dingin.
Hal itu disampaikan Prasetyo menanggapi pertanyaan terkait sikap Presiden Prabowo Subianto atas situasi tersebut, di Sentul, Bogor, Senin (2/2).
Israel meningkatkan intensitas serangan udara ke wilayah Libanon pada Jumat waktu setempat, termasuk rangkaian serangan besar di distrik Baalbek.
Tiga personel pasukan perdamaian PBB terluka setelah markas mereka di Libanon selatan dihantam serangan yang diduga dilancarkan Israel.
Kementerian Kesehatan Libanon mengatakan serangan Israel di negara itu sejak Senin telah menewaskan total 217 orang, yang sebagian besar adalah warga sipil.
Jika dipadukan dengan serangan terhadap bangunan tempat tinggal, Israel menambah kesengsaraan dan penderitaan pada penduduk sipil yang sudah lelah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menuduh AS dan Israel melakukan serangan yang menargetkan sebuah sekolah dasar di Lapangan Niloufar, Teheran.
Rakyat Libanon dapat mengandalkan dukungan penuh dan bantuan kemanusiaan kami untuk ribuan pengungsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved