Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
India berharap menerima tiga juta hingga empat juta dosis suntikan Pfizer dan Moderna COVID-19 melalui fasilitas berbagi vaksin global COVAX pada Agustus, di saat negara itu mencoba memperluas inokulasi untuk mencegah lonjakan infeksi lainnya.
COVAX, yang dipimpin oleh aliansi vaksin GAVI dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dapat mengirimkan vaksin buatan AS ke India pada awal bulan ini, kata salah satu sumber yang mengetahui diskusi tersebut kepada Reuters.
"Ini donasi melalui COVAX," ujar sumber tersebut. Kedua sumber yang berbicara kepada Reuters menolak disebutkan namanya karena diskusi bersifat pribadi.
Pfizer dan Moderna tidak segera membalas surat elektronik dari Reuters yang meminta komentar. GAVI dan Kementerian Luar Negeri India juga tidak menjawab pertanyaan.
India adalah produsen vaksin terbesar di dunia secara keseluruhan. Negara itu menyumbangkan atau menjual lebih dari 66 juta dosis suntikan COVID-19 sebelum peningkatan infeksi dalam negeri memaksanya mengalihkan semua hasil produksi domestik untuk menyuntik rakyatnya sendiri mulai April.
India sejauh ini telah memberikan 358,1 juta dosis vaksin, terbanyak di dunia setelah China, memberikan sedikitnya satu dosis kepada 31 persen dari perkiraan populasi orang dewasa yang berjumlah 944 juta jiwa.
India terutama bergantung pada versi berlisensi dari vaksin AstraZeneca.
Para ahli mengatakan India perlu memberikan 10 juta dosis sehari untuk mencapai tujuannya mengimunisasi semua orang dewasa pada Desember. Saat ini, vaksin diberikan sekitar 4 juta dosis sehari dalam seminggu hingga 2 Juli.
Selain Moderna dan Pfizer, India juga telah mendekati Johnson & Johnson untuk mendapat pasokan vaksin. J&J telah menandatangani perjanjian manufaktur dengan Biological E. Ltd India meskipun produksi belum dimulai.
Seorang juru bicara J&J di India mengatakan perusahaan itu sedang mencari cara untuk mempercepat pasokan vaksin ke negara itu. "Kami sedang menjajaki cara terbaik untuk mempercepat kemampuan kami dalam mengirimkan vaksin kami kepada masyarakat India melalui jaringan pasokan vaksin COVID-19 global kami, termasuk kemitraan kami dengan Biological E. Limited," kata juru bicara itu kepada Reuters melalui surat elektronik. (Ant/OL-12)
Peradangan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, termasuk jantung.
Strategi ekspansi yang akan dilakukan kedua belah pihak yakni pengembangan way-side amenities (fasilitas peristirahatan) sebanyak 500 gerai dalam 5 tahun ke depan.
India adalah pembeli LNG terbesar keempat di dunia dan sangat bergantung pada Timur Tengah untuk impornya.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan sejalan dengan usulan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta agar rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dan truk dari India ditunda
Startup India Sarvam AI mengejutkan dunia dengan Sarvam Vision dan Bulbul, model AI lokal yang mengungguli Google Gemini dan DeepSeek dalam OCR dan suara.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk meningkatakan kewaspadaan pencegahan virus nipah terutama saat bepergian ke negara-negara seperti India dan Banglades
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Kemenkes ingatkan potensi penularan campak saat mudik Lebaran. Simak imbauan vaksinasi dan tips cegah penularan campak saat berlibur bersama keluarga!
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Indonesia menyambut baik rencana investasi dan kerja sama jangka panjang SINOVAC, termasuk di bidang riset dan pengembangan vaksin.
Prinsip dasar PHBS sebenarnya bersifat universal dan sederhana, yakni memastikan kebersihan tubuh dari unsur luar.
Cacar api bisa muncul saat imun menurun, terutama usia 50+. Ketahui waktu tepat vaksin herpes zoster (Shingrix), dosis, manfaat, dan siapa yang perlu konsultasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved