Selasa 15 Juni 2021, 21:57 WIB

Pawai Kaum Yahudi Sayap Kanan di Jerusalem Uji Pemerintah Baru Israel

Mediaindonesia.com | Internasional
Pawai Kaum Yahudi Sayap Kanan di Jerusalem Uji Pemerintah Baru Israel

AFP/Menahem Kahana.
Pria Palestina menghadapi anggota pasukan keamanan Israel di Kota Tua Yerusalem, Selasa (15/6), menjelang March of the Flags.

 

POLISI Israel memblokade jalan-jalan di Jerusalem pada Selasa (15/6) ketika kaum ultranasionalis Yahudi bersiap untuk berbaris melalui bagian timur kota yang dicaplok itu. Pawai itu dapat mengobarkan ketegangan di tengah gencatan senjata Gaza yang rapuh dan hanya dua hari setelah pemerintahan baru Israel mulai menjabat.

Unjuk rasa oleh kelompok-kelompok Yahudi sayap kanan di lingkungan Arab telah meningkatkan ketegangan dalam beberapa bulan terakhir. Itu mendorong intervensi polisi di kompleks masjid Al-Aqsa bulan lalu yang memicu gejolak paling mematikan dari kekerasan Israel-Palestina sejak 2014.

Pawai yang disebut March of the Flags merayakan ulang tahun penyatuan kembali Jerusalem setelah Israel merebut bagian timur kota itu dalam Perang Enam Hari 1967. Demonstrasi itu awalnya dijadwalkan pada awal Mei, tetapi penyelenggara membatalkannya setelah polisi mengalihkan rute untuk menghindari Gerbang Damaskus, pintu masuk utama bagi penduduk Arab di Jerusalem timur.

Pawai baru ditetapkan untuk Kamis lalu tetapi ditunda karena penentangan polisi Israel terhadap rute tersebut dan peringatan dari penguasa Islamis Gaza, Hamas. Pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pekan lalu menunda pawai hingga Selasa, waktu yang dikonfirmasi Senin malam oleh pemerintahan Perdana Menteri Naftali Bennett.

Pemerintah mengatakan penyelenggara telah berkonsultasi dengan polisi tentang rute terbaik untuk pawai.
Direncanakan pawai berhenti di Gerbang Damaskus tetapi tidak memasuki Kota Tua. Pawai mengambil rute lain yang menghindari kawasan muslim sebelum tiba di Tembok Ratapan, tempat suci bagi orang Yahudi.

"Hak untuk berdemonstrasi adalah hak di semua negara demokrasi," kata Menteri Keamanan Dalam Negeri yang baru dilantik Omer Bar-Lev. "Polisi siap dan kami akan melakukan segala daya kami untuk melestarikan benang koeksistensi yang rumit."

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengutuknya sebagai provokasi. Aliansi kelompok bersenjata Palestina termasuk Hamas menyerukan hari kemarahan untuk membela Jerusalem.

"Kami memperingatkan dampak berbahaya yang mungkin timbul dari niat kekuatan pendudukan untuk mengizinkan pemukim ekstremis Israel melaksanakan Pawai Bendera di Jerusalem yang diduduki besok," tweet Shtayyeh dalam bahasa Inggris pada Senin (14/6). "Provokasi dan agresi terhadap rakyat kami, Jerusalem, dan kesuciannya yang harus diakhiri."

Pada Selasa sore, gerilyawan di Gaza telah mengirim balon pembakar melintasi perbatasan. Radio publik Israel melaporkan 15 kebakaran di gurun Negev sebagai akibatnya.

Aktivis Jihad Islam Abu Hudhayfa mengatakan balon itu ditujukan untuk memperingatkan pendudukan agar tidak merusak Masjid Al-Aqsha atau meluncurkan pawai menuju Masjid Al-Aqsha.

Perdana menteri Israel yang baru tergolong seorang nasionalis Yahudi tetapi koalisi yang dipimpinnya juga mencakup partai-partai sayap kiri dan tengah dan, untuk pertama kali dalam sejarah negara itu, satu partai Arab. Dukungan empat anggota parlemen dari partai Raam konservatif Islam sangat penting bagi mayoritas tipis yang dimenangkan pemerintah dalam menggulingkan Netanyahu pada Minggu (13/6).

 

Utusan perdamaian Timur Tengah PBB Tor Wennesland mendesak semua pihak untuk berperilaku bertanggung jawab untuk menghindari kerusakan gencatan senjata 21 Mei yang diwujudkan dengan susah payah.

"Ketegangan meningkat lagi di Yerusalem pada waktu keamanan politik yang sangat rapuh dan sensitif, ketika PBB & Mesir secara aktif terlibat dalam memperkuat gencatan senjata," kata Wennesland. Ia mendesak semua pihak bertindak secara bertanggung jawab dan menghindari provokasi apa pun.

Kedutaan AS mengatakan kepada stafnya untuk menghindari memasuki Kota Tua di jantung Jerusalem timur karena pawai dan kemungkinan kontrademonstrasi. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Jack Guez.

Film Israel Tampilkan Dugaan Pembantaian Warga Palestina pada 1948

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 26 Januari 2022, 17:42 WIB
Tantura merupakan desa pesisir Mediterania di barat laut dari tempat yang sekarang disebut Israel. Tempat itu menjadi saksi pertempuran...
JENS SCHLUETER / AFP

Jerman Catat Rekor Kasus Harian Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 26 Januari 2022, 17:22 WIB
Pada awal pandemi virus korona, Jerman lebih berhasil dari pada banyak negara Eropa lainnya dalam mencegah penyberan...
STR / Telemetro Panama / AFP

Terlibat Skandal Panama Papers, 32 Warga Panama akan Diadili

👤 Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 26 Januari 2022, 14:26 WIB
Kebocoran 11,5 juta dokumen dari firma hukum Panama Mossack Fonseca pada April 2016 menyebabkan gempa politik di seluruh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya