Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH roket SpaceX yang bertolak ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), Kamis (3/6), membawa sejumlah percobaan ilmiah termasuk cumi-cumi dan mikroorganisme yang disebut tardigrades.
Roket yang disewa NASA itu bertolak dari Florida pada pukul 13.29 waktu setempat. Kapsul Dragon kemudian melepaskan diri dari roket Falcon 9, 12 menit setelah lepas landas dan dijadwalkan berlabuh di ISS pada Sabtu (5/6).
Spesimen anakan spesies cumi-cumi Euprymna scolopes dikirim ke ISS agar para ilmuwan bisa mempelajari efek gravitasi nol pada interaksi antara bakteri dan organisme induk mereka.
Baca juga: AS Janji Dukung Siapa Pun Pemimpin Israel
Sejumlah cumi akan dipaparkan dengan bakteria saat berada di ISS sementara yang lainnya tidak. Setelah 12 jam, spesimen itu akan disimpan hingga mereka kembali ke Bumi dan kemudian dipelajari.
"Binatang, termasuk manusia, bergantung pada mikroba untuk mempertahankan pencernaan serta sistem imunitas yang sehat," ujar Jamie Foster, pemimpin penelitian itu. "Kami belum mengerti secara penuh bagaimana penerbangan luar angkasa mempengaruhi interaksi itu."
Penelitian itu diharapkan bisa membantu ilmuwan di masa depan mengembangkan teknik untuk melindungi kesehatan para astronaut yang menjalani misi luar angkasa berdurasi panjang.
Selain cumi-cumi, roket SpaceX itu juga membawa tardigrades atau yang dikenal sebagai beruang air. organisme mikroskopis yang bisa bertahan dalam kondisi radiasi ekstrem, pans membara, temperatur terendah di Bumi, serta puluhan tahun tanpa makan.
Hewan berkaki delapan itu bisa hidup kembali setelah dikeringkan selama puluhan tahun, bertahan dalam kondisi gravitasi nol di luar angkasa, serta tekanan yang tinggi di Palung Mariana.
"Pernerbangan luar angkasa adalah lingkungan yang menantang bagi organisme, termasuk manusia, yang berevolusi pada kondisi di Bumi," ujar peneliti Thomas Boothny.
"Salah satu yang kami ingin tahu adalah bagaimana tardigrades bisa bertahan hidup dan bahkan bereproduksi di lingkungan ekstrem dan apakah kami bisa mempelajari trik itu dan menerapkannya untuk membantu menjaga keselamatan para astronaut," lanjutnya. (AFP/OL-1)
Profesor dari Indiana University, Gabriel Filippelli, mengungkapkan bahwa terdapat bukti dengan menggunakan sepatu di dalam rumah dapat meningkatkan penyebaran kuman di rumah.
Pelayaran jarak jauh ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan ujian nyata bagi kesiapan teknis kapal KRI Canopus-936 dalam menghadapi berbagai kondisi laut internasional.
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Ruang lingkup kerja sama antara lain mencakup pelaksanaan penelitian bersama dalam bidang lingkungan hidup dan transisi energi serta program pemagangan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan ITY.
Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.
Para ilmuwan dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, berhasil mendemonstrasikan bahwa kera besar memiliki kapasitas kognitif untuk "bermain pura-pura" (play pretend).
Ilmuwan temukan potensi kacang arab sebagai sumber pangan masa depan utama di Bulan. Cek hasil penelitian NASA terkait ketahanan legum di tanah ekstrem luar angkasa.
Astronom lewat teleskop James Webb temukan planet baru L 98-59 d. Planet lava ini berbau telur busuk dan membuka kategori baru dalam ilmu astronomi.
Melalui tema bertajuk Evolving Universe, pemain PUBG Mobile akan diajak merasakan sensasi bertarung dengan nuansa kedalaman luar angkasa yang tersedia hingga 10 Mei 2026.
Penelitian terbaru mengungkap fenomena mengejutkan di bulan-bulan es seperti Enceladus dan Miranda. Penurunan tekanan akibat lelehan es bisa memicu samudra bawah tanah mendidih.
NASA izinkan astronaut bawa iPhone ke Bulan dalam misi Artemis 2026. Simak aturan berat, tantangan radiasi, dan suhu ekstrem di permukaan lunar.
Komet bernama 41P/Tuttle-Giacobini-Kresak dilaporkan mengalami perlambatan rotasi ekstrem hingga diduga berhenti total, sebelum akhirnya berbalik arah setelah mendekati Matahari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved