Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BEIJING menuduh Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison dan PM Selandia Baru Jacinda Ardern membuat komentar yang tidak bertanggung jawab.
Sebelumnya, dua pemimpin negara sekutu Amerika Serikat (AS) mengutuk aktivitas kapal militer Tiongkok yang membuat destabilisasi di wilayah sengketa Laut China Selatan.
Tak hanya itu, Morrison dan Ardern menyuarakan keprihatinan besar terhadap pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnik muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, Tiongkok.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Tiongkok mengatakan, pihaknya dengan tegas menentang pernyataan bersama yang dikeluarkan Scott Morrison dan Jacinda Ardern.
Setelah pembicaraan di Wellington, dengan alasan sekutu trans-Tasman, Beijing menuduh PM Selandia Baru telah sangat mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok.
Kendati mendapat kritikan dari Australia dan Selandia Baru, tetapi Beijing menegaskan pihaknya tak akan goyah.
Morrison dan Ardern berusaha untuk meminimalkan perbedaan yang dirasakan dalam pendekatan mereka ke Tiongkok saat menghadapi media di Wellington pada hari Senin (31/5). PM Australia menyatakan bahwa,“da yang jauh dari sini yang akan berusaha memecah belah kita.”
Dalam pernyataan bersama yang panjang, PM Australia dan Selandia Baru menyatakan keprihatinan serius atas perkembangan di Laut China Selatan.
Kedua pemimpin negara itu menyoroti militerisasi lanjutan Tiongkok di wilayah sengketa. Tiongkok juga dipandang telah mengintensifikasi kegiatan destabilisasi di Laut China Selatan.
Morrison dan Ardern juga membidik Tiongkok ketika mereka menyatakan keprihatinan mendalam atas perkembangan yang membatasi hak demokrasi dan kebebasan bersuara rakyat Hong Kong.
Merek meminta pengamat dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) harus diberikan akses yang berarti dan tidak terbatas untuk menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang.
Juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok, Wang Wenbin, mengatakan pihaknya sangat prihatin tentang pernyataan bersama itu.
“Para pemimpin Australia dan Selandia Baru, dengan pernyataan yang tidak bertanggung jawab atas urusan internal Tiongkok yang berkaitan dengan Hong Kong dan Xinjiang serta masalah Laut China Selatan, telah membuat tuduhan yang tidak berdasar terhadap Tiongkok, sangat mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok dan secara serius melanggar hukum internasional serta norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional,” kata Wang.
Menurut Wang, Beijing tidak akan goyah dalam tekad dan keinginannya untuk menolak campur tangan eksternal dalam urusan internal Tiongkok .
Wang berargumen bahwa otoritas Xinjiang berfokus pada "kontra-kekerasan, anti-separatisme dan deradikalisasi" dan mengatakan situasi di Laut China Selatan secara umum stabil.
Wang mengatakan negara-negara di kawasan itu harus menghindari menargetkan atau merusak kepentingan pihak ketiga, apalagi membentuk klik kecil tertutup dengan ideologi sebagai tolok ukur.
Baik Australia dan Selandia Baru telah bergulat dengan cara terlibat dengan Tiongkok, mitra dagang utama mereka, pada saat persaingan strategis yang meningkat antara Beijing dan Washington.
Australia telah dibekukan dari pembicaraan tingkat tinggi dengan Tiongkok sejak awal tahun lalu ketika publik yang dipimpin pemerintah Morrison menyerukan penyelidikan internasional yang independen tentang asal-usul dan penanganan awal pandemi Covid-19.
Beijing telah meluncurkan tindakan perdagangan terhadap serangkaian sektor ekspor Australia, termasuk jelai, batu bara, daging sapi, dan anggur, sedangkan Selandia Baru meningkatkan perjanjian perdagangannya dengan Tiongkok pada awal tahun ini. (Aiw/The Guardian/OL-09)
Sebanyak 67 duta bahasa Indonesia akan diterjunkan ke 53 institusi pendidikan, mencakup sekolah dan universitas di berbagai wilayah Australia.
Parlemen Australia meloloskan UU pengetatan senjata api dan program buyback nasional menyusul penembakan maut di Bondi Beach yang menewaskan 15 orang.
Rentetan serangan hiu melanda pesisir New South Wales, Australia. Otoritas peringatkan warga menjauhi laut dan sungai akibat air keruh pasca-hujan lebat.
Tragis, seorang turis perempuan asal Kanada ditemukan tewas di Pulau K'gari, Australia. Jenazahnya ditemukan dikelilingi sekitar 10 dingo di tepi pantai.
Skandal sensor melanda Adelaide Festival setelah Dr. Randa Abdel-Fattah dilarang tampil. Sebanyak 180 penulis, termasuk Jacinda Ardern, mundur sebagai bentuk protes.
Negara bagian Victoria, Australia, tetapkan status darurat akibat kebakaran hutan hebat. Satu orang tewas dan ratusan rumah hancur saat api melahap lahan seluas dua kali London.
Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Front Muslim Muda Banten (FMMB) mengutuk keras tindakan pemerintah Tiongkok terhadap masyarakat muslim yang ada di Uighur.
Tiongkok mengubah nama ratusan desa di wilayah Xinjiang sebagai sebuah upaya menghapus makna budaya dan agama bagi etnis Uighur,
Salah satu perwakilan massa dari Aliansi Mahasiswa Islam Bersatu (AMIB), Amril, menduga Abdulhakim dan organisasinya mendukung Israel dibandingkan Palestina.
Sebagai Direktur Eksekutif Pusat Studi Uighur, Abdulhakim Idris diduga menjadi corong kepentingan negara barat.
POLISI antihuru hara berpatroli di lingkungan perkotaan dekat ibu kota India pada Rabu (2/8), setelah meletusnya dua kasus kerusuhan sektarian yang telah menewaskan enam orang.
Wang Xiaohing berdalih tindakan ini untuk memberantas kekuatan kriminal dan menopang keamanan politik, serta kontrol sosial di seluruh negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved