Rabu 19 Mei 2021, 00:19 WIB

Maskapai Amerika Wajibkan Tes Covid-19 untuk Tujuan Italia

Mediaindonesia.com | Internasional
Maskapai Amerika Wajibkan Tes Covid-19 untuk Tujuan Italia

forbes.com
Ilustrasi

 

United Airlines, Delta Air Lines, dan American Airlines menambah penerbangan ke Italia sambil mewajibkan tes COVID bagi penumpang, saat negara itu membuka pintunya bagi para pelancong dari Amerika Serikat --pertama kalinya dalam lebih dari setahun.

Pada Minggu (16/5), pemerintah Italia melonggarkan sejumlah pembatasan dan persyaratan perjalanan terkait COVID-19 dalam upaya meningkatkan pariwisata musim panas.

Langkah yang diambil Italia termasuk dengan mencabut kewajiban karantina bagi para pengunjung dari negara-negara tertentu jika mereka negatif mengidap COVID-19.

Baca juga : Bupati Sri Mulyani: Angka Stunting di Klaten Tinggi

United pada Senin (17/5) bergabung dengan Delta dan American Airlines dalam mengumumkan penerbangan tambahan yang dikenai aturan pengujian COVID pada rute Italia.

Negara tempat wisata populer di Eropa itu sebelumnya ditutup untuk wisatawan dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang.

Ketiga maskapai penerbangan AS itu mengoperasikan sejumlah penerbangan langsung ke Roma dan Milan.

Delta juga berencana menambah penerbangan nonstop dari New York ke Venesia pada Juli dan dari Atlanta ke kota Italia itu pada Agustus.

Para wisatawan dari AS yang ingin berkunjung ke Italia diharuskan menjalani tes COVID-19 dalam 48 jam sebelum keberangkatan.

Mereka juga diharuskan mengulang tes tersebut saat tiba di Italia. Jika hasil tes negatif, mereka akan dibebaskan dari kewajiban menjalani karantina.

Untuk dapat kembali ke Amerika Serikat, pelancong harus menunjukkan hasil tes negatif COVID --yang diambil tidak lebih dari 72 jam sebelum berangkat.

Tes tersebut wajib dijalani para calon penumpang walaupun mereka sudah divaksin.

Maskapai penerbangan menyodorkan ketentuan penerbangan dengan penerapan tes COVID itu sebagai upaya untuk membangkitkan kembali perjalanan internasional, yang telah sangat dibatasi karena pemerintah berusaha membendung infeksi virus corona.

Sementara kasus infeksi COVID menurun di berbagai berkat gerakan vaksinasi yang efektif, para pemimpin Uni Eropa telah merekomendasikan pelonggaran pembatasan perjalanan COVID-19.

Pelonggaran itu akan memungkinkan wisatawan dari lebih banyak negara memasuki wilayah blok Eropa tersebut, yang terkadang harus bergulat mencapai kesepakatan dalam mengambil langkah-langkah untuk menangani pandemi virus corona.

Amerika Serikat, sementara itu, masih melarang masuk orang-orang yang bukan warga negara AS dari sebagian besar negara-negara Eropa.

Aturan itu diterapkan kendati desakan dari para pemimpin industri penerbangan meningkat --agar AS mempercepat pembukaan kembali perjalanan transatlantik. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Mahmud hams / AFP

Israel Kembai Lancarkan Serangan Udara ke Gaza

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 16 Juni 2021, 08:57 WIB
Angkatan udara Israel melancarkan serangan udara di Jalur Gaza pada Rabu (16/6) pagi setelah para militan di wilayah Palestina mengirim...
AFP/Michele Spatari

Kasus Covid-19 Meroket, Afsel Perpanjang Jam Malam

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 16 Juni 2021, 08:55 WIB
Afsel, negara yang paling parah dihantam pandemi covid-19 di Afrika, mengalami kenaikan angka covid-19 hingga dua kali lipat selama dua...
AFP/HILDEGARD TITUS

Namibia Keluarkan Aturan Pembatasan Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 16 Juni 2021, 08:23 WIB
Namibia menjadi negara Afrika kedua untuk angka kasus baru per 1 juta populasi per hari setelah Seychelles menurut Pusat Pengendalian dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Orang Rimba masih Berjuang untuk Diakui

MATA Mariau tampak berkaca-kaca kala menceritakan perihnya derita kehidupan anggota kelompoknya yang biasa disebut orang rimba.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya