Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Jelang Lebaran, AirAsia Buka 4 Rute Baru di Makassar Hadirkan Harga Kompetitif

Lina Herlina
24/2/2026 15:01
Jelang Lebaran, AirAsia Buka 4 Rute Baru di Makassar Hadirkan Harga Kompetitif
Ilustrasi(MI/LINA HERLINA)

SULAWESI menjadi primadona baru industri penerbangan. AirAsia memilih Makassar sebagai pintu masuk ekspansi besar-besaran dengan investasi frekuensi penerbangan mencapai tujuh kali sehari. Langkah ini menandai babak baru persaingan industri aviasi di kawasan timur Indonesia.

Mulai efektif 7 Maret 2026. AirAsia tidak main-main, mereka langsung menggebrak dengan empat rute strategis, yaitu Surabaya–Makassar, Makassar–Kendari, Makassar–Palu, dan Makassar–Luwuk.

Eddy Krismeidi Soemawilaga, Head of Indonesia Affairs and Policy AirAsia Indonesia, mengungkapkan alasan bisnis di balik ekspansi ini dengan terus terang.

"Pertimbangan utama AirAsia membuka ini karena memang pasar Sulawesi yang selama ini belum tergarap. Potensinya cukup besar, makanya kami langsung membuka 4 rute domestik dari Makassar," ujar Eddy.

Pernyataan ini mengkonfirmasi adanya celah pasar (market gap) yang selama ini luput dari perhatian maskapai lain. Sulawesi dengan populasi lebih dari 20 juta jiwa dan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional, ternyata masih kekurangan konektivitas udara yang memadai.

Data dari Otoritas Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menguatkan analisis bisnis ini. Solehuddin, perwakilan keamanan penerbangan, mengungkapkan bahwa harga tiket di Indonesia Timur mengalami inflasi tinggi. Contohnya, rute Makassar–Morowali yang hanya 1 jam 20 menit dibanderol Rp1,7 juta, lebih mahal dari pada terbang ke Jakarta.

Artinya, ada potensi keuntungan besar sekaligus peluang untuk memberikan harga lebih kompetitif bagi masyarakat.

Berbeda dengan maskapai lain yang biasa membuka rute baru dengan frekuensi terbatas, AirAsia langsung tancap gas. Rute Surabaya–Makassar akan dilayani 21 kali seminggu atau tiga kali sehari. Makassar–Palu dua kali sehari, plus Makassar–Kendari dan Makassar–Luwuk masing-masing satu kali sehari.

Strategi frekuensi tinggi ini bukan tanpa perhitungan. Dengan padatnya jadwal, AirAsia membangun loyalitas pelanggan sekaligus menyulitkan kompetitor untuk masuk di slot waktu yang sama. Makassar pun resmi menjadi virtual hub AirAsia di Indonesia Timur.

Dari sisi infrastruktur, Bandara Sultan Hasanuddin ternyata menyimpan kapasitas raksasa yang selama ini belum dimanfaatkan optimal.

"Dari total 568 slot time harian yang tersedia, yang terpakai saat ini kurang dari 50 persen. Area parking pesawat juga masih cukup besar," jelas General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Hasanuddin, Minggus E.T. Gandeguai.

Ekspansi AirAsia ini tidak datang di waktu yang sembarangan. Masuknya armada baru justru bertepatan dengan momentum krusial menjelang arus mudik Lebaran 2026. Minggus menyambut antusias langkah ini.

"Masuk pas momen-momen Lebaran, pasti kalau tidak salah harga tiket pun akan turun. Karena kami sebagai pengelola bandara juga memberikan subsidi sesuai dengan perintah pemerintah," ungkap Minggus.

Ia menjelaskan, kapasitas Bandara Sultan Hasanuddin kini sudah jauh lebih besar. Setelah peningkatan signifikan, bandara kini mampu menampung hingga 15 juta penumpang per tahun, meningkat drastis dari sebelumnya 7 juta penumpang. Luas terminal juga bertambah dari 55 ribu meter persegi menjadi 61 ribu meter persegi.

"Makassar ini punya top ranking rute. Pertama itu Jakarta, kedua Surabaya, ketiga Kendari, dan keempat adalah Timika. Kami berharap rute AirAsia ini juga bisa memberikan manfaat kepada masyarakat, minimal harga tiket itu bisa bersaing," tegas Minggus.

Ia juga membuka peluang bagi AirAsia untuk menjadikan Makassar sebagai home base, tidak hanya untuk rute domestik tetapi juga untuk pengembangan konektivitas internasional, terutama dengan hub AirAsia di Kuala Lumpur.

Dengan masuknya pemain besar seperti AirAsia, pasar penerbangan di Sulawesi dipastikan akan lebih dinamis. Minggus optimistis masyarakat akan merasakan manfaat langsung.

Ekspansi AirAsia ini dipastikan akan memicu persaingan ketat di langit Sulawesi. Minggus mengungkapkan bahwa maskapai lain juga sedang bersiap.

"Sampai saat ini kami ada rencana nanti ke Maumere dengan Wings Air. Kemudian FlyJaya akan melayani beberapa rute di antaranya Toraja dan Labuan Bajo dengan subsidi," ungkapnya.

Artinya, perang tarif dan perebutan pasar dipastikan akan terjadi dalam waktu dekat. Konsumen diprediksi menjadi pihak paling diuntungkan dengan semakin banyaknya pilihan penerbangan dengan harga kompetitif.

Meski saat ini fokus pada rute domestik, bukan tidak mungkin AirAsia akan membuka koneksi internasional langsung dari Makassar dalam waktu dekat. Apalagi AirAsia sudah memiliki pengalaman melayani rute Makassar–Kuala Lumpur.

Dengan kapasitas bandara yang masih sangat longgar dan potensi pasar yang besar, Makassar berpeluang menjadi gerbang utama wisatawan mancanegara menuju destinasi-destinasi super prioritas seperti Toraja, Wakatobi, Bunaken, dan Likupang. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya