Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Rekor Dunia! Lukisan Gua Tertua Ditemukan di Sulawesi

Thalatie K Yani
22/1/2026 05:33
Rekor Dunia! Lukisan Gua Tertua Ditemukan di Sulawesi
Stensil tangan memanjang yang lebih baru yang ditemukan di tempat lain di Suluwesi menunjukkan betapa lazimnya gambar cakar merah di antara para seniman kuno ini.(Ahdi Agus Oktaviana)

SEBUAH penemuan spektakuler di dinding gua Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, resmi menobatkan Indonesia sebagai rumah bagi seni cadas tertua di dunia. Para peneliti menemukan stensil tangan manusia yang diperkirakan berusia setidaknya 67.800 tahun.

Temuan ini memecahkan rekor sebelumnya di Spanyol dengan selisih usia sekitar 1.100 tahun. Tak sekadar cap tangan biasa, lukisan di Gua Liang Metanduno ini menunjukkan modifikasi unik pada bagian jari yang diubah menyerupai cakar. Hal ini mengindikasikan lonjakan awal imajinasi simbolis manusia purba.

Runtuhnya Teori "Eurosentris"

Selama puluhan tahun, dunia akademik meyakini ledakan kreativitas dan kemampuan berpikir abstrak manusia dimulai di Eropa pada Zaman Es. Namun, rentetan penemuan di Sulawesi dalam satu dekade terakhir mematahkan teori tersebut.

Professor Adam Brumm dari Universitas Griffith, Australia, yang memimpin penelitian ini, menjelaskan kepada BBC News, penemuan yang diterbitkan dalam jurnal Nature ini membuktikan kreativitas adalah sifat bawaan spesies kita.

"Ketika saya kuliah di pertengahan hingga akhir 90-an, itulah yang diajarkan, ledakan kreatif manusia terjadi di sebagian kecil Eropa. Namun kini kita melihat ciri perilaku manusia modern, termasuk seni naratif di Indonesia, yang membuat argumen Eurosentris itu sangat sulit dipertahankan," ungkap Brumm.

Bukti Migrasi ke Australia

Selain nilai seninya, temuan ini memperkuat bukti bahwa spesies kita, Homo sapiens, telah mencapai wilayah Sahul (daratan kuno yang menghubungkan Australia dan Papua) jauh lebih awal dari dugaan sebelumnya.

Adhi Agus Oktaviana dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan bahwa keberadaan manusia di Sulawesi pada 67.800 tahun lalu mendukung teori kehadiran manusia di Australia utara sekitar 65.000 tahun silam.

"Sangat mungkin orang-orang yang membuat lukisan di Sulawesi ini adalah bagian dari populasi lebih luas yang nantinya menyebar melalui wilayah tersebut dan akhirnya mencapai Australia," jelas Adhi.

Evolusi Teknik Penjajakan Usia

Lonjakan angka usia ini dimungkinkan berkat teknik penanggalan yang semakin presisi. Professor Maxime Aubert, spesialis penanggalan dari Universitas Griffith, mencatat perjalanan panjang riset ini.

"Kami memulai dengan usia minimum setidaknya 40.000 tahun, waktu yang sama dengan di Eropa, tetapi dengan meneliti pigmen lebih dekat, kami telah mendorong seni cadas di Sulawesi mundur setidaknya 28.000 tahun lagi," kata Aubert.

Fakta bahwa lukisan serupa ditemukan di berbagai titik terpencil di Sulawesi menunjukkan bahwa aktivitas ini bukanlah eksperimen lokal belaka, melainkan budaya yang tertanam dalam. Di Liang Metanduno sendiri, jejak aktivitas artistik terlihat berlangsung terus-menerus selama 35.000 tahun, membuktikan bahwa gua tersebut adalah pusat kreativitas lintas generasi bagi nenek moyang kita. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya