Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGEMBANGAN ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi terus dipercepat. Salah satunya dengan menyelenggarakan sosialisasi, pelatihan teknis, dan uji coba konversi motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik (molis).
Itu sebagai bagian dari komitmen mendukung transisi energi nasional. Dan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (UID Sulselrabar) secara agresif mendorong program konversi motor BBM ke listrik dalam beberapa bulan terakhir.
Melalui serangkaian pelatihan kepada ratusan siswa SMK, guru, dan mahasiswa vokasi, serta uji coba publik, PLN membangun ekosistem dan kesiapan SDM lokal menyambut era kendaraan ramah lingkungan, menuju target bebas emisi 2060.
Program strategis ini merupakan implementasi dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN serta komitmen mendukung target pemerintah mencapai penggunaan kendaraan listrik secara masif. Fokusnya adalah pada pemberdayaan sumber daya manusia lokal, khususnya di lingkungan pendidikan vokasi.
PLN menggandeng penyedia jasa konversi Braja Elektrik Motor serta sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan politeknik di Sulawesi Selatan.
Pelatihan digelar di beberapa lokasi, termasuk Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dan sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Makassar, sejak tahun 2024.
Peserta yang terlibat mencapai hampir 200 pelajar/mahasiswa dan puluhan guru dari berbagai institusi seperti SMK di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Pangkep, serta PNUP.
Mereka mendapat pelatihan langsung dan praktik konversi. Lebih dari 25 unit motor BBM berhasil diubah menjadi motor listrik.
Senior Manager Perencanaan PLN UID Sulselrabar, Sugeng Hidayat menegaskan, program ini adalah kolaborasi nyata untuk membangun kompetensi.
“Pelatihan ini melibatkan masyarakat, instansi, dan lembaga pendidikan, termasuk dalam hal sertifikasi tenaga pengajar yang kompeten di bidang kendaraan listrik,” ujar Sugeng.
"Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung transisi menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan melalui kendaraan listrik," sambungnya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Makassar. Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Makassar, Patarai GS menyebut, inisiatif ini sebagai langkah adaptasi, inovasi, dan kolaborasi yang tepat untuk menyambut era elektrifikasi.
"Langkah ini mencerminkan kesiapan, inovasi rekayasa, dan sinergi yang kuat untuk menyambut era kendaraan listrik di Makassar khususnya," sebut Patarai.
Hal senada disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Mustakim, yang juga mengapresiasi program ini. "Kami sangat berterima kasih kepada PLN. Kami optimis bahwa ilmu yang didapatkan dari pelatihan ini akan menambah pengetahuan dan peluang bagi mereka untuk mendirikan bengkel konversi kendaraan yang kompetitif dan relevan dengan perkembangan teknologi," serunya.
Bahkan Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Sulsel, Heri Sumiharto meyakini, ilmu dari pelatihan ini akan membuka peluang bagi peserta untuk membuka bengkel konversi yang kompetitif dan relevan dengan perkembangan teknologi.
Andi Fahrul Farid, salah satu peserta pelatihan dari PNUP, mengapresiasi manfaat pelatihan ini. "Pelatihan ini sangat bermanfaat dan menjadi tambahan pengetahuan kami karena langsung praktik, sehingga kami lebih siap untuk memasuki dunia kerja setelah lulus," katanya.
Bahkan ia mengaku sangat antusias dengan kegiatan dari PLN ini. "Di zaman sekarang, semakin banyak orang beralih ke kendaraan listrik karena bahan bakar fosil semakin sulit diperoleh, dan polusi semakin memburuk. Ini adalah bentuk sinergi yang baik agar kami mendapatkan pengetahuan tentang transisi energi dan konversi motor, sehingga ke depan dapat berkontribusi secara nyata di dunia kerja," lanjut Fahrul Farid.
Sementara Ayu, dari Braja Elektrik Motor juga mengapresiasi inisiatif PLN. "Kami menyambut baik upaya PLN dalam membangun ekosistem kendaraan listrik. Visi mereka sangat jelas dan konsisten dalam mendorong perkembangan ini secara berkelanjutan," katanya.
Ayu berharap, dengan adanya pelatihan ini, pengetahuan dan pengalaman pelajar, mahasiswa, serta tenaga pendidik semakin bertambah dan komunitas pengguna motor listrik akan tumbuh lebih pesat.
Selain pelatihan, PLN juga menggelar test drive dan parade motor listrik untuk mengenalkan keunggulan molis kepada masyarakat luas, seperti tidak berisik, bebas emisi, dan lebih hemat.
"Melalui pelatihan konversi untuk pelajar dan test drive motor konversi listrik bersama komunitas, kami berharap semakin banyak masyarakat yang beralih ke kendaraan listrik," kata General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah.
Edyansyah juga menegaskan komitmen PLN tidak hanya pada penyediaan listrik, tetapi juga sebagai pionir ekosistem kendaraan listrik. Mereka menjamin ketersediaan infrastruktur pengisian daya.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. PLN UID Sulselrabar telah menyediakan 1.260 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) dan terus menambah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU),” jelas Edyansyah.
Saat ini, telah tersedia 65 unit SPKLU di 51 lokasi yang akan terus bertambah untuk mendukung pertumbuhan kendaraan listrik.
Program ini diharapkan tidak hanya mengurangi emisi dan polusi suara, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru di sektor konversi dan perawatan kendaraan listrik.
Dengan memberdayakan generasi muda dan dunia vokasi, PLN optimis transisi energi dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan, sekaligus menjadikan listrik sebagai penggerak ekonomi daerah sesuai prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) dan Environmental, Social, and Governance (ESG).
Edyansyah optimistis kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keunggulan kendaraan listrik yang tidak menimbulkan kebisingan dan tidak menghasilkan emisi.
"Kami ingin mempercepat terciptanya ekosistem kendaraan listrik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan," pungkasnya. (LN/E-4)
PELAKU industri kendaraan listrik terus mencari cara untuk memperluas adopsi pasar di tengah sensitivitas harga dan pertimbangan jarak tempuh konsumen.
United E-Motor menghadirkan beragam lini produk yang dirancang khusus untuk penggunaan sehari-hari.
GJAW 2025 menjadi momentum penting bagi produsen motor listrik untuk memperkuat persaingan dan mendorong percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan.
Setelah meluncurkan motor listrik FOX-R, Polytron siap meluncurkan kembali motor listrik yang dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara lebih nyaman serta intuitif.
TREN kendaraan listrik terus berkembang pesat, namun hanya sedikit yang mampu memadukan efisiensi masa kini dengan pesona masa lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved