Selasa 11 Mei 2021, 10:36 WIB

Rumah Sakit Jerusalem Timur Dipenuhi Korban Bentrokan Al-Aqsa

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Rumah Sakit Jerusalem Timur Dipenuhi Korban Bentrokan Al-Aqsa

Ahmad GHARABLI / AFP
Petugas medis Palestina mengevakusi warga Palestina yang menjadi korban kekerasan tentara Israel di Masjid Al-Aqsa, Jerusalem, Senin (10/5).

 

WARGA Palestina yang terluka dalam bentrokan dengan polisi Israel di kompleks masjid Al-Aqsa memenuhi aula rumah sakit Jerusalem timur Senin (10/5). Beberapa di antaranya kehilangan pengelihatan setelah terkena peluru karet.

Ezzedine, seorang tukang kayu berusia 19 tahun dari kota Nablus, Tepi Barat, menceritakan dokter di Rumah Sakit Makassed mengatakan kepadanya bahwa mata kirinya tidak bisa melihat kembali setelah terluka di lokasi titik nyala.

Ezzedine mengatakan dia datang ke Al-Aqsa untuk melakukan ibadah Ramadan pada Jumat (7/5) malam ketika polisi mulai menembakkan granat setrum dan gas air mata.

"Mereka ingin mengambil tempat yang bukan milik mereka," katanya, merujuk pada situs tersuci ketiga Islam, yang juga dihormati oleh orang-orang Yahudi yang menyebutnya Temple Mount.

Israel menegaskan pihaknya berkomitmen pada hak Muslim untuk beribadah di Al-Aqsa, tetapi telah dipaksa untuk menekan kerusuhan di kompleks yang dipicu oleh pelemparan batu dan proyektil lainnya oleh Palestina.

Lebih dari 700 warga Palestina dan puluhan agen polisi Israel telah terluka sejak Jumat dalam kekerasan di Al-Aqsa dan bagian lain dari Jerusalem timur yang dicaplok Israel.

Direktur Jenderal Makassed Adnan Farhoud mengatakan 100 pasien tiba pada Senin (10/5) pagi, dan sekitar 200 orang setelah kerusuhan dimulai.

Dia mengatakan sebagian besar cedera terjadi di kepala, dada, serta tungkai atas dan bawah, mengklaim pasukan Israel dimaksudkan untuk menyebabkan cedera yang signifikan.

“Ketika Anda bermaksud menyakiti seseorang, Anda menembaknya di kepala,” ujarnya.

Polisi mengatakan sembilan petugas terluka pada Senin dan 18 lainnya cedera pada Jumat (7/5) malam.

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan telah membuka rumah sakit lapangan untuk merawat warga yang terluka sebelum mengevakuasi pasien ke rumah sakit setempat.

Rumah Sakit Augustus Victoria di Jerusalem timur membuka ruang gawat darurat khusus untuk merawat mereka yang terluka.

Farhoud mengatakan kekerasan di Jerusalem adalah yang terburuk yang pernah dia lihat selama bertahun-tahun, meskipun tidak separah tahun 1990, ketika hampir 20 warga Palestina tewas dalam bentrokan dengan polisi di Al-Aqsa.

"Sebelumnya, mereka menggunakan peluru tajam," kata Farhoud.

"Sekarang, mereka menggunakan peluru karet. Hasilnya adalah luka yang tidak mematikan, tapi bisa menyebabkan kerusakan yang serius,” tambahnya.

Seorang pasien yang didorong untuk menjalani operasi menderita luka limpa setelah terkena peluru karet.

Siraj, 24, duduk di kursi roda dengan jins robek dari kakinya, yang keduanya dibalut kain kasa putih. Cat putih menutupi kemejanya setelah merenovasi apartemen sejak pagi hari.

Siraj mengatakan dia pergi dari bekerja ke Al-Aqsa untuk beribadah, dan terluka ketika polisi Israel memasuki masjid serta menembakkan granat kejut. "Mereka menembak semua orang, tua dan muda," katanya.

"Mereka menembakkan granat setrum ke arah saya, dan mengenai kaki saya. Saya merasakan sakitnya dan saya berharap itu mereda,” tambahnya.

“Israel memprovokasi para pemuda,” ungkap Siraj, tetapi para pemimpin Israel bersikeras bahwa mereka hanya bertindak sebagai tanggapan terhadap para perusuh yang terlibat dalam provokasi berbahaya.

Bulan Sabit Merah Palestina menyebutkan jumlah korban luka dari bentrokan Senin (10/5) pagi lebih dari 334 orang, termasuk lebih dari 200 orang yang dirawat di rumah sakit, lima di antaranya dalam kondisi kritis.

Kerusuhan berlanjut pada malam hari ketika warga Palestina bentrok lagi dengan polisi Israel di kompleks masjid Al-Aqsa.

Ada puluhan orang yang baru terluka setelah warga Palestina melemparkan proyektil ke arah pasukan keamanan Israel yang kembali menggunakan granat setrum dan peluru karet untuk membubarkan para demonstran. (Aiw/Straitstimes/OL-09)

Baca Juga

MANDEL NGAN / AFP

AS Siap Minta Pertanggungjawaban Presiden Terpilih Iran Soal HAM

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 22 Juni 2021, 13:42 WIB
AS berjanji akan meminta pertanggungjawaban Presiden Iran yang baru-baru ini terpilih Ebrahim Raeisi atas potensi pelanggaran hak asasi...
AFP/EVARISTO SA

Diingatkan Wartawan Pakai Masker, Bolsonaro Ngamuk

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 22 Juni 2021, 12:21 WIB
Wartawan televisi TV Vanguarda, bagian dari jaringan Globo, mengingatkan kepada Bolsonaro bahwa dia telah didenda di sejumlah negara bagian...
AFP/Sia KAMBOU

Kembali ke Pantai Gading, Gbagbo Gugat Cerai Istrinya

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 22 Juni 2021, 11:33 WIB
Gugatan itu diajukan empat hari setelah Gbagbo kembali di Pantai Gading setelah melarikan diri dari negara itu selama satu...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jakarta sedang tidak Baik-Baik Saja

SEPEKAN ini warga Ibu Kota mengalami kecemasan akibat meningkatnya kembali kasus positif covid-19 secara signifikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya