Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO), pada Jumat (7/5) menyetujui vaksin covid-19 asal Tiongkok dalam upaya untuk meningkatkan dorongan imunisasi global, ketika India mencatat rekor jumlah infeksi lain yang telah menyebar ke negara-negara tetangga. Banyak negara Barat mulai dibuka kembali karena vaksinasi semakin cepat, pihak berwenang di Tokyo dan bagian lain Jepang memperpanjang keadaan darurat virus, kurang dari tiga bulan sebelum Olimpiade.
Di Jenewa, WHO menyetujui untuk penggunaan darurat vaksin Sinopharm, vaksin non-Barat pertama yang mendapat lampu hijau, dan membangun persenjataan global untuk melawan virus.
"Jumlah kasus, jumlah kematian secara global terus meningkat," kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada konferensi pers. "Kami akan melihat situasi yang serius seperti yang kami lihat sekarang di India, di Brasil," kata dia memperingatkan.
WHO telah memberikan daftar penggunaan darurat untuk vaksin yang dibuat oleh Pfizer-BioNTech, Moderna, Johnson & Johnson, dan AstraZeneca yang diproduksi di lokasi terpisah di India dan di Korea Selatan. Vaksin Sinopharm sudah digunakan di 42 wilayah di seluruh dunia, keempat di belakang AstraZeneca (166), Pfizer-BioNTech (94) dan Moderna (46), menurut penghitungan AFP.
baca juga: Vaksin Covid-19
Namun pejabat tinggi WHO Mariangela Simao mengatakan persetujuan Sinopharm tersebut berpotensi mempercepat akses ke vaksin di banyak negara lain. India kini tengah bergulat dengan lonjakan kasus korona, di mana rekor kasus harian telah membuat negara itu mencatat hingga setengah dari semua infeksi global dalam seminggu terakhir.
Pada Kamis kemarin, India mencatat 414.000 kasus baru rekor global lainnya, serta hampir 4.000 kematian menurut data resmi yang dicurigai banyak ahli adalah perkiraan yang terlalu rendah. (AFP/OL-3)
Tiga tinjauan Cochrane yang ditugaskan WHO mengungkap potensi besar obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, namun pakar peringatkan risiko jangka panjang.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
DISEASE Outbreak News (DONs) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan laporan resmi meninggalnya pasien akibat infeksi virus Nipah (NiV) di Banglades
LEBIH dari 18.500 pasien di Gaza, Palestina, membutuhkan pengobatan medis khusus yang tidak tersedia di daerah kantong tersebut. Demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
BARU-baru ini outbreak virus Nipah menyebabkan kewaspadaan kesehatan di banyak negara Asia. Infeksi virus Nipah pada manusia menyebabkan berbagai gejala, kenali penularan dan pengobatannya
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved