Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken, pada Senin (3/5), berharap Korea Utara (Korut) merangkul diplomasi saat dia memberi pengarahan kepada sekutu tentang strategi baru AS.
Di London, untuk pertemuan kelompok G7 secara langsung yang pertama dalam dua tahun, Blinken berkonsultasi dengan rekan-rekannya dari Jepang dan Korea Selatan (Korsel) mengenai pendekatan baru Presiden AS Joe Biden yang telah dikecam oleh Pyongyang.
"Saya berharap Korea Utara akan mengambil kesempatan untuk terlibat secara diplomatis dan melihat apakah ada cara untuk bergerak maju menuju tujuan denuklirisasi penuh di Semenanjung Korea," kata Blinken kepada wartawan.
"Saya kira, tergantung pada Korut untuk memutuskan apakah mereka ingin terlibat atau tidak atas dasar itu," katanya setelah bertemu dengan mitranya dari Inggris Dominic Raab.
Menyinggung reaksi awal Koruta, Blinken pun berkata,"Kami akan melihat tidak hanya apa yang dikatakan Korut tetapi apa yang sebenarnya dilakukannya dalam beberapa hari dan bulan mendatang".
Presiden AS Joe Biden memerintahkan penilaian kebijakan Korea Utara setelah mengambil alih dari Trump yang diplomasinya yang tidak biasa dan sangat personal dengan pemimpin Korut Kim Jong-un.
Namun, Trump tidak bisa mendapatkan kesepakatan konkret untuk mengakhiri program nuklir Korut, apalagi kesepakatan penting untuk mengakhiri perang Korea secara resmi setelah tujuh dekade.
Blinken mengakui bahwa pemerintahan berturut-turut, termasuk dari Partai Demokratnya, telah gagal menghentikan pekerjaan nuklir Korea Utara, yang telah melakukan enam uji coba bom atom sejak 2006.
"Apa yang kita miliki sekarang adalah kebijakan yang menyerukan pendekatan yang praktis dan terkalibrasi yang terbuka dan akan menjajaki diplomasi dengan Korut untuk mencoba membuat kemajuan praktis," kata Blinken.
Pada Minggu (2/5), Korut mengatakan bahwa pendekatan baru AS tersebut adalah "papan tanda palsu" untuk menutupi tindakan permusuhannya. Itu merupakan kecaman terbaru terhadap Biden. (CNA/Nur/OL-09)
Korea Utara sukses uji coba sistem peluncur roket kaliber besar dengan teknologi pemandu presisi. Kim Jong Un sebut ini pencegah perang nuklir.
Pemimpin Korut Kim Jong-un memecat Wakil Perdana Menteri Yang Sung-ho secara langsung karena dinilai tidak bertanggung jawab dalam proyek modernisasi pabrik mesin.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Kim Jong-un pantau uji rudal hipersonik 1.000km di Laut Timur. Aksi ini respons atas krisis global & penguatan nuklir Pyongyang hadapi ancaman AS serta sekutu.
Korea Utara menyebut tindakan Washington tersebut sebagai bentuk pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan bukti nyata dari kebijakan hegemoni yang biadab.
Kim Jong-un meninjau industri pertahanan Korea Utara dan memerintahkan perluasan produksi rudal serta peluru kendali menjelang Kongres Partai tahun depan.
PARA menteri luar negeri Uni Eropa untuk pertama kali dalam pertemuan pada Kamis (29/1) menyebut Amerika Serikat sebagai ancaman bagi benua tersebut.
PRESIDEN AS Donald Trump tengah mempertimbangkan semua opsi terkait situasi dengan Iran, termasuk melancarkan serangan kuat dan menentukan. CNN melaporkan itu pada Rabu (28/1).
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
PUTRA Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayah teritorialnya digunakan untuk aksi militer apa pun terhadap Iran.
IRAN menyatakan bahwa mereka masih mempertahankan kendali penuh atas wilayah darat, bawah laut, dan udara Selat Hormuz di tengah kekhawatiran akan kemungkinan serangan AS terhadap Teheran.
KETEGANGAN AS-Iran meningkat. Republik Islam Iran secara resmi mengeluarkan Notice to Airmen (NOTAM) yang menyatakan wilayah udara di atas Selat Hormuz sebagai "zona berbahaya".
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved