Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat berbagi rincian sanksi yang disiapkan akan dicabut di bawa kesepakatan nuklir dengan Iran. Kedua negara itu sedang mengambil jeda kedua dari pembicaraan tidak langsung di Wina tentang memulihkan perjanjian nuklir 2015.
"Kali ini, kami telah membahas lebih detail," kata seorang pejabat senior AS tentang pembicaraan terakhir yang dipimpin Uni Eropa.
"Kami telah memberi Iran sejumlah contoh jenis sanksi yang kami yakin perlu kami cabut untuk kembali ke kepatuhan dan sanksi yang kami yakin tidak perlu dicabut," imbuhnya.
Pejabat itu mengatakan Amerika Serikat juga menggambarkan kategori ketiga dari "kasus sulit" di mana Trump menerapkan kembali sanksi yang tidak terkait dengan aktivitas nuklir tetapi murni untuk tujuan mencegah Biden memasuki kembali kesepakatan tersebut.
Baca juga: Pascasabotase Pusat Nuklirnya, Iran Naikkan Kemurnian Uranium 60%
Iran mendesak Amerika Serikat untuk mencabut semua sanksi yang dijatuhkan oleh Trump, sebelum membatalkan langkah-langkah yang diambil Teheran dari kesepakatan 2015 sebagai bentuk protes.
Pejabat itu menolak untuk mengonfirmasi laporan Wall Street Journal bahwa pemerintahan Biden telah menyuarakan kesediaan untuk meringankan sanksi pada sektor keuangan dan minyak Iran.
Presiden Iran Hassan Rouhani sebelumnya menyuarakan optimisme, dengan mengatakan bahwa negosiasi tersebut telah membuat kemajuan 60-70%.(AFP/OL-5)
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
Otoritas Iran mengeklaim telah menahan 3.000 orang. Di sisi lain, David Barnea (Mossad) bertemu utusan Donald Trump bahas serangan militer.
Situasi di berbagai kota besar Iran dilaporkan sunyi senyap menyusul tindakan keras mematikan dari otoritas keamanan setempat yang berhasil meredam gelombang protes besar.
Gelombang protes yang mengguncang Iran sejak akhir Desember mencatatkan rekor kelam sebagai kerusuhan paling mematikan dalam sejarah pemerintahan negara tersebut.
Reza Pahlavi menyatakan keyakinannya bahwa keruntuhan Republik Islam Iran hanyalah masalah waktu.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Korea Utara memperingatkan bahwa ambisi nuklir Jepang harus dihentikan 'dengan biaya apa pun' karena dinilai mengancam stabilitas Asia dan keamanan global.
Nuklir bukan hanya untuk energi, namun juga untuk kesehatan dan riset medis
Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan dukungan tenaga ahli untuk proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Indonesia dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo di Moskow
RISET terbaru Korea Institute for Defense Analyses menyebut kemampuan nuklir Korea Utara selama ini diremehkan.
Kepala Divisi Riset Keamanan Nuklir KIDA, Lee Sang-kyu, memperkirakan nuklir Korea Utara kemungkinan mencapai 127 sampai 150.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved