Rabu 21 April 2021, 08:45 WIB

Rusia Ingin Luncurkan Stasiun Orbit Sendiri pada 2025

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Rusia Ingin Luncurkan Stasiun Orbit Sendiri pada 2025

AFP/NASA
Stasiun Luar Angkasa Internasional

 

BADAN Antariksa Rusia berencana meluncurkan stasiun orbit sendiri pada 2025 setelah Moskow mempertimbangkan menarik diri dari program Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Kepala Roscosmos Dmitry Rogozin mengatakan pekerjaan telah dimulai pada modul pertama stasiun baru setelah para pejabat memperingatkan bahwa Rusia sedang mempertimbangkan menarik diri dari ISS.

Pengumuman itu datang seiring ketegangan yang melonjak karena klaim spionase, peningkatan pasukan Rusia di sepanjang perbatasan Ukraina, dan kesehatan tokoh oposisi Alexei Navalny yang memburuk.

Baca juga: Presiden Ukraina Ajak Putin Bertemu di Ukraina Timur

"Modul inti pertama dari stasiun orbit Rusia yang baru sedang dikerjakan," kata Rogozin dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan perusahaan luar angkasa Energia Rusia bertekad memiliki modul "siap diluncurkan" pada 2025 dan merilis video staf Energia di tempat kerja.

Diluncurkan pada 1998 dan melibatkan Rusia, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, serta Badan Antariksa Eropa, ISS adalah salah satu kolaborasi internasional paling ambisius dalam sejarah manusia.

Wakil Perdana Menteri Rusia Yury Borisov mengatakan, dalam beberapa hari terakhir, bahwa Moskow sedang mempertimbangkan akan keluar dari program ISS mulai 2025 karena usia stasiun tersebut.

Roscosmos, Senin (19/4), mengatakan bahwa keputusan untuk berhenti dari ISS belum dibuat.

"Ketika kami membuat keputusan, kami akan memulai negosiasi dengan mitra kami tentang bentuk dan kondisi kerja sama setelah 2024," kata badan antariksa itu dalam sebuah pernyataan.

Rusia kehilangan monopoli untuk penerbangan berawak ke ISS pada tahun lalu setelah misi pertama perusahaan AS Space X sukses.

Terlepas dari sejarahnya yang banyak dipuji, Rusia, yang bulan ini, menandai peringatan 60 tahun Yuri Gagarin sebagai orang pertama yang mengorbit, mengalami kesulitan dalam program luar angkasa mereka selama beberapa tahun terakhir.

Rogozin telah mengumumkan serangkaian rencana ambisius dalam beberapa tahun terakhir tetapi agensinya berjuang di bawah pemotongan dana, dengan analis mengatakan Putin lebih tertarik pada teknologi militer daripada eksplorasi ruang angkasa. (Straitstimes/OL-1)

Baca Juga

AFP/Abbas Momani.

Singapura Persoalkan UAS Bolehkan Bom Bunuh Diri Palestina, apa Kata Ulama?

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 22:04 WIB
Sejatinya pendapat operasi syahid atau bom bunuh diri dalam konflik Palestina-Israel sudah lama dibahas para ulama sedunia. UAS hanyalah...
AFP

Joe Biden: Nasib Demokrasi AS di Ujung Tanduk

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 18 Mei 2022, 19:35 WIB
Penembakan massal yang terjadi di Buffalo telah mengguncang AS, karena seolah menunjukkan bahwa kekerasan semacam itu menjadi...
AFP

Jepang Desak Tiongkok Ambil Sikap dalam Krisis Ukraina

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 18 Mei 2022, 16:41 WIB
Hal itu mengemuka dalam pertemuan pertama Jepang dengan mitranya Tiongkok sejak November lalu. Sejauh ini, Tiongkok masih enggan mengutuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya