Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Sabtu (17/4), mengatakan situasi yang dihadapi tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny sangat tidak adil.
"Itu amat sangat tidak adil," ujar Biden menanggapi perntanyaan mengenai kondisi penjara tempat Navalny ditahan.
"Benar-benar tidak pantas," lanjutnya.
Baca juga: Macron Minta Dunia Tegas dengan Rusia Soal Ukraina
Pada 31 Maret, lawan politik Presiden Rusia Vladimir Putin itu menggelar mogok makan menuntut pelayanan medis yang layak bagi keluhan sakit punggung dan mati rasa pada kaki yang dialaminya.
Pria berusia 44 tahun itu dijebloskan ke penjara pada Februari atas vonis 2,5 tahun dalam kasus penggelapan dana.
Dokter pribadi Navalny, Anastasia Vasilyeva, dan tiga dokter lainnya, termasuk kardiolog Yaroslav Ashikhmin, telah memerintah otoritas penjara mengizinkan mereka memeriksa kondisi Navalny.
"Pasien kami bisa mati dalam waktu dekat," ujar Ashikhmin lewat Facebook, Sabtu (17/4), menggarisbawahi bahwa kadar potasium dalam tubuh Navalny sangat tinggi dan tokoh itu sebaiknya segera dirawat di ruang perawatan intensif.
"Aritmea yang fatal bisa terjadi dalam hitungan menit," lanjutnya. (AFP/OL-1)
Mengacu terhadap peristiwa di Ukraina pada situasi yang semakin memburuk dalam hubungan antara Rusia dan Barat, menurut Putin, tidak memiliki dasar yang cukup.
Tanker minyak Rusia Altura yang membawa 140.000 ton minyak diserang drone di Laut Hitam. Insiden terjadi di tengah pengetatan sanksi Eropa terhadap armada bayangan.
Intelijen Barat ungkap Rusia kirim drone dan logistik ke Iran.
Laporan intelijen menyebut Rusia mulai mengirim bantuan militer berupa drone hingga logistik ke Iran. Benarkah ini babak baru aliansi mematikan kedua negara?
Rusia disebut menawarkan penghentian bantuan intelijen kepada Iran dengan syarat Amerika Serikat (AS) menghentikan dukungan intelijen kepada Ukraina.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Presiden Donald Trump menyambut Lionel Messi dan Inter Miami di Gedung Putih. Trump puji Messi lebih hebat dari Pele dan sindir Joe Biden. Cek selengkapnya!
WASHINGTON pada Selasa (6/1) memperingati lima tahun penyerbuan massa ke Gedung Capitol AS.
Instalasi Presidential Walk of Fame di Gedung Putih menuai sorotan. Trump pasang plakat bernada tajam, sebut Joe Biden presiden terburuk AS.
AMERIKA Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Hal ini diumumkan pemerintah Taipei, kemarin.
Departemen Luar Negeri AS kembali mewajibkan penggunaan Times New Roman ukuran 14 poin, membatalkan aturan penggunaan Calibri era Biden.
Pemerintahan Donald Trump memulai proses wawancara ulang terhadap pengungsi yang masuk ke AS di era Biden.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved