Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron meminta komunitas internasional untuk segera menarik garis tegas terhadap Rusia. Hal itu diungkapkan Macron dalam sebuah wawancara yang dirilis pada Sabtu (17/4) sembari menambahkan dunia harus siap menjatuhkan sanksi bagi Moskow atas perilaku mereka yang tidak bisa diterima.
Pernyataan Macron dalam wawancara dengan jaringan televisi Amerika Serikat (AS), CBS, itu diungkapkan saat meningkatnya ketegangan akibat ulah Rusia meningkatkan jumlah pasukan mereka di perbatasan dengan Ukraina.
Macron mengatakan dunia harus menegaskan kepada Rusia bahwa meski mereka memilih dialog yang terbuka, dunia tidak ragu untuk menjatuhkan sanksi atas perilaku yang tidak bisa diterima.
Baca juga: Rusia Siapkan Stempel Gerakan Navalny sebagai Ekstremis
"Tentunya kita harus menjatuhkan sanksi. Itulah yang kami lakukan setelah Rusia mencaplok Krimea pada 2014. Saya rasa kita harus segera menarik garis tegas dengan Rusia. Itu adalah satu-satunya cara," tegas Macron.
"Saya rasa, sanksi saja tidak cukup. Sanksi itu akan menjadi bagian dari paket. Saya lebih memilih dialog. Namun, untuk bisa melakukan dialog, kita butuh kredibilitas," lanjutnya.
Rusia diyakini telah menempatkan puluhan ribu prajurit di perbatasan dengan Rusia dan di Krimea. Bentrokan di perbatasan yang telah mereda sejak kesepakatan damai, musim panas lalu, kini terjadi lagi. (AFP/OL-1)
Jacques Leveugle ditangkap setelah keponakannya menemukan USB berisi catatan kejahatan seksual terhadap 89 remaja di berbagai negara.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa beberapa wilayah di Eropa tidak lagi dapat dikenali. Benua itu disebutnya tidak menuju ke jalan yang benar.
PEMERINTAH Amerika Serikat meminta negara-negara Eropa tidak bereaksi emosional terhadap rencana Presiden Donald Trump terkait Greenland.
USULAN Dewan Perdamaian Presiden AS Donald Trump dimulai dengan kurang baik. Presiden Prancis Emmanuel Macron segera menolak undangan menjadi anggota dewan tersebut.
ANGGOTA pertama kelompok yang nanti disebut Garda Revolusi Iran (IRGC) dilatih dalam desa terpencil di luar Paris, Prancis.
AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dan membawa mereka ke New York.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved