Kamis 15 April 2021, 09:37 WIB

AS: Pembicaraan Nuklir tidak Langsung dengan Iran akan Dilanjutkan

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
AS: Pembicaraan Nuklir tidak Langsung dengan Iran akan Dilanjutkan

AFP/Brendan SMIALOWSKI
Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki

 

AMERIKA Serikat (AS) dan Iran akan kembali mengadakan pembicaraan tidak langsung yang bertujuan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015, Kamis (15/4), di Wina.

Ada keraguan tentang apakah pembicaraan tidak langsung yang dimulai minggu lalu dapat dilanjutkan pada minggu ini setelah ledakan di situs nuklir utama Iran, Minggu (11/4), yang Teheran tuduhkan pada Israel, serta keputusan Iran untuk memperkaya uranium hingga 60%, membawa bahan fisil lebih dekat ke tingkat bom.

"Kami tidak memiliki spekulasi tambahan untuk menambah penyebab atau asal serangan selama akhir pekan," kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki wartawan.

Baca juga: Biden dan Merkel Minta Rusia Pangkas Pasukan di Perbatasan Ukraina

"Pembicaraan diplomatik, meskipun tidak langsung, akan berlangsung lagi di Wina. Kami tahu ini akan menjadi proses yang panjang, tetapi kami tentu melihatnya sebagai pertanda positif.”

"Pemahaman kami adalah mereka (Iran) berencana untuk hadir. Kami juga sangat terbuka tentang bagaimana ini akan menjadi proses yang panjang. Ini terjadi melalui negosiasi tidak langsung tetapi kami masih merasa bahwa ini adalah langkah maju," tambahnya.

Pekan lalu, Iran dan sesama pihak dalam perjanjian mengadakan pembicaraan konstruktif untuk menghidupkan kembali kesepakatan, yang ditinggalkan pemerintahan Trump pada 2018, dengan mengatakan persyaratannya menguntungkan Teheran, dan memberlakukan kembali sanksi ekonomi terhadap Iran.

Utusan Khusus AS untuk Iran Rob Malley berencana berada di Wina untuk pembicaraan pada Kamis (15/4).

Dalam pembicaraan tidak langsung, terutama diplomat Eropa yang bolak-balik antara pihak-pihak yang tersisa dalam kesepakatan Iran, Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman dan Rusia dan Amerika Serikat.

Iran telah menolak pertemuan dengan para pejabat AS. (Straitstimes/OL-1)

Baca Juga

Dok. Biro Pers dan Media Kepresidenan

Jokowi Ajak ASEAN Perkuat Aspek Kesehatan di Kawasan

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 15:45 WIB
Menurut Presiden RI, langkah itu perlu dilakukan demi mewujudkan kekebalan komunal. Serta, aksi pencegahan jika terjadi pandemi lain...
AFP

Hong Kong Perketat Lagi Pembatasan Perjalanan

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 15:12 WIB
Sebagian besar pendatang dari luar negeri harus menjalani karantina selama 14-21 hari. Namun, Hong Kong memberikan pengecualian terhadap...
 ANTARA FOTO/Biro Pers dan Media Kepresidenan/Lukas/Handout

Presiden: Ekonomi ASEAN Harus Tumbuh Bersama

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 15:00 WIB
Kepala negara mengungkapkan ada dua strategi yang bisa diterapkan untuk merealisasi target percepatan pemulihan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya