Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) dan Iran akan kembali mengadakan pembicaraan tidak langsung yang bertujuan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015, Kamis (15/4), di Wina.
Ada keraguan tentang apakah pembicaraan tidak langsung yang dimulai minggu lalu dapat dilanjutkan pada minggu ini setelah ledakan di situs nuklir utama Iran, Minggu (11/4), yang Teheran tuduhkan pada Israel, serta keputusan Iran untuk memperkaya uranium hingga 60%, membawa bahan fisil lebih dekat ke tingkat bom.
"Kami tidak memiliki spekulasi tambahan untuk menambah penyebab atau asal serangan selama akhir pekan," kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki wartawan.
Baca juga: Biden dan Merkel Minta Rusia Pangkas Pasukan di Perbatasan Ukraina
"Pembicaraan diplomatik, meskipun tidak langsung, akan berlangsung lagi di Wina. Kami tahu ini akan menjadi proses yang panjang, tetapi kami tentu melihatnya sebagai pertanda positif.”
"Pemahaman kami adalah mereka (Iran) berencana untuk hadir. Kami juga sangat terbuka tentang bagaimana ini akan menjadi proses yang panjang. Ini terjadi melalui negosiasi tidak langsung tetapi kami masih merasa bahwa ini adalah langkah maju," tambahnya.
Pekan lalu, Iran dan sesama pihak dalam perjanjian mengadakan pembicaraan konstruktif untuk menghidupkan kembali kesepakatan, yang ditinggalkan pemerintahan Trump pada 2018, dengan mengatakan persyaratannya menguntungkan Teheran, dan memberlakukan kembali sanksi ekonomi terhadap Iran.
Utusan Khusus AS untuk Iran Rob Malley berencana berada di Wina untuk pembicaraan pada Kamis (15/4).
Dalam pembicaraan tidak langsung, terutama diplomat Eropa yang bolak-balik antara pihak-pihak yang tersisa dalam kesepakatan Iran, Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman dan Rusia dan Amerika Serikat.
Iran telah menolak pertemuan dengan para pejabat AS. (Straitstimes/OL-1)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperingatkan Iran soal konsekuensi sangat traumatis jika gagal mencapai kesepakatan nuklir.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tak akan tunduk pada tuntutan berlebihan AS terkait program nuklir, di tengah negosiasi dan meningkatnya ketegangan kawasan.
Iran peringati 47 tahun Revolusi Islam 1979. Presiden Pezeshkian tegaskan menolak agresi AS, namun tetap siap dialog dan verifikasi program nuklir damai.
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Amerika Serikat dan Rusia sepakat memulihkan komunikasi militer tingkat tinggi guna mencegah eskalasi nuklir. Simak detail kesepakatan di Abu Dhabi ini.
Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa Program FIRST bukan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir.
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
Skandal besar guncang Tiongkok. Jenderal Zhang Youxia diduga bocorkan rahasia nuklir ke AS dan terlibat korupsi.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Korea Utara memperingatkan bahwa ambisi nuklir Jepang harus dihentikan 'dengan biaya apa pun' karena dinilai mengancam stabilitas Asia dan keamanan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved