Selasa 06 April 2021, 09:40 WIB

AS Siap Tinjau Sanksi terhadap Iran terkait Nuklir

Nur Aivanni | Internasional
AS Siap Tinjau Sanksi terhadap Iran terkait Nuklir

medcom.id
Ilustrasi nuklir

 

AMERIKA Serikat, pada Senin, mengatakan pihaknya siap untuk meninjau sanksi terhadap Iran jika itu sesuai dengan kesepakatan nuklir menjelang pembicaraan tidak langsung yang dipimpin Eropa yang bertujuan untuk menyelamatkan kesepakatan tersebut.

Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi Rob Malley, yang ditunjuk oleh pemerintahan Presiden AS Joe Biden, sedang melakukan perjalanan ke Wina untuk memimpin delegasi AS, tetapi dia tidak berharap untuk bertemu dengan mitranya dari Iran. Pertemuan yang dimulai pada Selasa itu bertujuan untuk memecahkan kebuntuan.

"Tidak dapat disangkal bahwa kami berbicara ini dengan urgensi," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price kepada wartawan.

Price menegaskan Amerika Serikat siap untuk melihat terkait pencabutan sanksi, tetapi hanya yang terkait dengan masalah nuklir.

"Kami pasti tidak akan memberikan isyarat atau konsesi sepihak untuk mendorong Iran ke tempat yang lebih baik," kata Price.

"Formulasi awal adalah salah satu yang masih berlaku sampai sekarang - itu adalah pencabutan sanksi nuklir secara terbatas sebagai imbalan atas batasan permanen dan dapat diverifikasi pada program nuklir Iran," ungkapnya yang mengacu pada teks perjanjian itu.

Baca juga: Pekan Depan, AS-Iran akan Mulai Bahas terkait Kesepakatan Nuklir

Setelah keluar dari perjanjian, Trump memberlakukan sanksi besar-besaran termasuk larangan AS pada negara lain mana pun yang membeli minyak Iran, ekspor penting bagi negara itu.

Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman, dan Rusia juga merupakan peserta dalam kesepakatan tersebut dan sangat ingin melihat kembalinya Amerika Serikat ke dalam kesepakatan itu. Iran mengatakan pertemuan negara-negara yang disebut 4 + 1 itu untuk membahas tentang pencabutan sanksi.

"Apakah agenda komisi bersama itu membuahkan hasil atau tidak tergantung pada Eropa dan 4 + 1 mengingatkan AS tentang kewajibannya dan Amerika bertindak berdasarkan komitmen mereka," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh di Teheran.

"Akan menjadi jelas besok apakah 4 + 1 dapat merealisasikan poin yang diharapkan oleh Iran atau tidak, sehingga kami akan memiliki jalan yang lebih jelas ke depan," kata Khatibzadeh.(AFP/OL-5)

Baca Juga

AFP/Sjjad Hussain

Kasus Covid-19 di India Makin Parah, New Delhi Berlakukan Lockdown

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 17 April 2021, 21:00 WIB
Total kasus telah melewati 14,5 juta, menduduki posisi kedua setelah Amerika Serikat yang telah melaporkan lebih dari 32 juta...
AFP/Spektor Irina

6 Bulan di Luar Angkasa, Kosmonot Rusia & Astronot NASA Kembali  

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 17 April 2021, 19:30 WIB
Modul keturunan Soyuz membawa ketiganya mendarat tegak setelah turun melalui langit tak berawan pada hari musim semi yang cerah di...
AFP

AS-Jepang Serukan Perdamaian dan Stabilitas di Selat Taiwan

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 17 April 2021, 16:21 WIB
AMERIKA Serikat dan Jepang menyerukan perdamaian dan stabilitas di seluruh Selat Taiwan dalam pernyataan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Maksimalkan Target di Ajang Pramusim

EMPAT tim semifinalis Piala Menpora, yakni PSS Sleman, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSM Makassar, akan memaksimalkan turnamen pramusim sebelum berlanjut ke Liga 1

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya