Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) mengecam keras langkah Tiongkok yang semakin mengurangi partisipasi dan perwakilan politik Hong Kong. Negeri Paman Sam juga sangat prihatin atas penundaan kedua dalam pemilihan Dewan Legislatif di wilayah semi-otonom.
"Kami sangat prihatin dengan perubahan sistem pemilihan di Hong Kong. Ini bertentangan dengan keinginan rakyat Hong Kong. Tiongkok membatasi warga Hong Kong untuk bersuara dalam pemerintahan mereka sendiri," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS dalam surat elektronik.
Baca juga: Nike Buat Pernyataan Soal Uighur, Selebritas Tiongkok Murka
Perombakan besar-besaran dalam sistem pemilu Hong Kong secara drastis akan mengekang representasi demokrasi. Sebab, otoritas berwenang berupaya memastikan "patriot" menguasai pusat keuangan global tersebut.
Langkah itu merupakan bagian dari upaya Tiongkok yang gencar mengkonsolidasikan cengkeramannya. Tiongkok semakin otoriter di Hong Kong menyusul pemberlakuan Undang-Undang (UU) Keamanan Nasional.
Inggris menyatakan perubahan itu melanggar Deklarasi Bersama 1984, yang ditandatangani oleh Perdana Menteri (PM) Tiongkok Zhao Ziyang dan PM Inggris Margaret Thatcher. Dalam hal ini, otonomi Hong Kong dijamin berdasarkan perjanjian "satu negara, dua sistem".
Baca juga: Tiongkok Setujui Perombakan Sistem Pemilu Hong Kong
Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam menyebut perubahan itu akan diserahkan ke Dewan Legislatif pada pertengahan April. Dia memperkirakan perubahan itu akan disahkan pada akhir Mei.
Pemilihan Dewan Legislatif, yang sudah ditunda sekali hingga September, akan diadakan pada Desember mendatang. AS diketahui telah menjatuhkan sanksi kepada pejabat Tiongkok atas tindakan keras terhadap demokrasi di Hong Kong. Serta, menerapkan sanksi ekonomi khusus terhadap Tiongkok.(CNA/OL-11)

Wang Churan semakin populer berkat kesuksesan dramanya dan visual yang mencuri perhatian. Intip perjalanan karier, prestasi, hingga proyek terbarunya.
Presiden Prabowo terima Menteri Keamanan Tiongkok Chen Yi Xin di Istana Negara. Bahas penguatan kerja sama keamanan dan intelijen BIN-MSS demi stabilitas kawasan.
Ilmuwan Tiongkok menemukan waktu paling aman bagi manusia untuk beraktivitas di Bulan. Dengan suhu ekstrem dan radiasi tinggi, pemilihan waktu jadi kunci bertahan hidup.
Masa pensiun ISS mendekat pada 2030, namun stasiun ruang angkasa komersial penggantinya belum siap. AS hadapi risiko keamanan nasional dan persaingan ketat dengan Tiongkok.
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Setara Institute sebut penyiraman air keras Andrie Yunus (KontraS) sebagai alarm bahaya bagi demokrasi. Polisi didesak bongkar aktor intelektual serangan
Demokrasi menuntut semua pihak menjunjung tinggi sikap saling menghormati, termasuk ketika terjadi perbedaan pandangan.
Yusril menyatakan bahwa pembela Hak Asasi Manusia (HAM) bekerja untuk kepentingan rakyat dan negara, sehingga keselamatan mereka harus dijamin oleh hukum.
SERANGAN gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang menewaskan Ayatullah Ali Khamenei dan sejumlah petinggi Iran telah mengguncang politik global
Perang antara AS-Israel dan Iran yang berlangsung begitu brutal di depan miliaran pasang mata manusia menyisakan pertanyaan yang tak mudah dijawab
Ia menekankan bahwa pelibatan militer seharusnya menjadi langkah terakhir dalam situasi luar biasa ketika aparat penegak hukum tidak lagi mampu menangani ancaman yang muncul.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved