Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK anak Suriah, baik di dalam maupun di luar negeri, tidak bisa membayangkan masa depan di tanah air mereka saat konflik di sana memasuki tahun ke-11.
"Perang selama 10 tahun ini telah mengorbankan masa kecil anak muda Suriah," kata Direktur Regional Save the Children, Jeremy Stoner pada Selasa (9/3).
"Konflik yang berlarut-larut telah menimbulkan ketakutan dan pesimisme tentang kemampuan anak-anak untuk membangun kehidupan mereka di negara yang dilanda perang," katanya dalam sebuah pernyataan.
Perang Suriah telah menewaskan lebih dari 387 ribu orang dan membuat jutaan orang mengungsi sejak dimulai tahun 2011 dengan penindasan brutal terhadap protes anti-pemerintah.
Antara November dan Desember 2020, Save the Children mewawancarai 1.900 anak terlantar dan pengasuh mereka di Suriah dan di Yordania, Lebanon, Turki, dan Belanda.
Rata-rata, 86% dari anak-anak pengungsi Suriah yang disurvei mengatakan mereka tidak ingin kembali ke negara asalnya, kata badan amal Inggris itu, yang mengutip laporan yang diterbitkan untuk menandai peringatan tersebut.
"Saya tidak ingin kembali ke sana. Saya tidak ingin kembali dan tinggal di Suriah lagi. Saya juga tidak ingin tinggal di Lebanon," kata Nada, seorang pengungsi Suriah yang berusia 17 tahun yang tinggal di Lebanon utara, yang seperti dikutip.
"Ke mana pun saya pergi, jika kita pergi ke sekolah, mereka mengganggu kita dan mengatakan bahwa mereka tidak menginginkan kita," katanya.
Di Suriah, satu dari tiga anak terlantar yang disurvei mengatakan mereka lebih suka tinggal di negara lain, menurut organisasi non-pemerintah tersebut.
Mereka termasuk Lara, yang berusia tujuh tahun yang tinggal di kamp pengungsian di Suriah. "Setelah 10 tahun, masa depan kami menjadi tentang perang," katanya seperti dikutip.
"Saya ingin tinggal di negara mana pun selain Suriah, yang aman dan ada sekolah serta mainan," tambahnya.
Lebih dari 8,5 juta anak Suriah, kata UNICEF, bergantung pada bantuan di dalam Suriah dan di negara-negara tetangga.
Hingga 60% anak-anak tidak dapat secara konsisten mengakses atau membeli makanan yang cukup di Suriah, dan lebih dari setengahnya tidak masuk sekolah. (AFP/Nur/OL-09)
Suriah kerahkan ribuan tentara dan roket ke perbatasan Libanon demi cegah penyelundupan senjata serta infiltrasi milisi di tengah eskalasi konflik Israel-Hizbullah.
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
K PBB cabut sanksi terhadap eks kelompok HTS. Langkah ini memperkuat legitimasi transisi politik Presiden Ahmed al-Sharaa pascajatuhnya rezim Assad di Suriah.
Pemerintahan Trump bersiap menarik seluruh pasukan AS dari Suriah dalam beberapa bulan ke depan. Fokus militer kini bergeser ke arah ketegangan yang memuncak dengan Iran.
Amerika Serikat dan pasukan sekutu melancarkan serangan besar ke target ISIS di Suriah sebagai balasan atas serangan mematikan terhadap pasukan AS.
AS serang target ISIS di Suriah sebagai pembalasan atas tewasnya 3 anggota militer. Menhan Pete Hegseth tegaskan komitmen Trump bela rakyat dan keamanan AS.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
Selain AI, gim daring populer seperti Roblox dan Minecraft juga dinilai menghadirkan risiko karena anak-anak sering kali sulit membedakan antara dunia gim dan realitas.
Aktivitas fisik dan sosial tidak hanya efektif mengalihkan perhatian dari layar, tetapi juga mendorong perkembangan interaksi anak dengan lingkungan sekitar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved