Minggu 07 Maret 2021, 18:28 WIB

Ribuan Perempuan Jadi Tapol, Kaum Ibu Turki Demo Rezim Erdogan

Mediaindonesia.com | Internasional
Ribuan Perempuan Jadi Tapol, Kaum Ibu Turki Demo Rezim Erdogan

Dok MI
Para ibu menggelar aksi protes rezim Erdogan

 

MENJELANG perayaan Hari Wanita Sedunia yang jatuh 8 Maret, terjadi gelombang protes keras di Turki. Sebelumnya, hari itu tidak pernah dirayakan di Turki, namun tekanan yang dilancarkan pemerintahan Recep Tayyip Erdogan membuat kaum perempuan bergerak dan terus membesar.

Protes keras di Turki bahkan menggema hingga Amerika Serikat, Kanada, Brazil, Argentina dan negara-negara Eropa lainnya. Protes keras terhadap rezim Erdogan disebabkan oleh sikap pemerintah melanggar hak asasi kaum perempuan dari mulai memenjarakan hingga membunuh.

Penangkapan hingga pembunuhan dilakukan rezim Erdogan dilakukan kepada mereka yang memperjuangkan hak-haknya sejak 2016 dengan mengebiri hak-hak asasi manusia terhadap pihak-pihak yang berseberangan.

"Pada 2009, 42% wanita Turki berusia antara 15 dan 60 tahun menjadi sasaran kekerasan.  Indeks Kesenjangan Gender Global 2020 menempatkan Turki di peringkat 130 di antara 153 negara,," tulis seoramg advokat Turki yang dibungkam.  

Menurutnya, sejak dugaan upaya kudeta pada 2016, hak-hak perempuan secara sistematis diabaikan dan dilanggar oleh otoritas Turki.  Banyak wanita yang ditahan menjadi sasaran penggeledahan bahkan ditelanjangi.  

"Mereka diminta untuk membuka pakaian dan jongkok sambil telanjang, terkadang dengan membawa kamera.  Lebih dari 5.000 wanita telah dipenjara sebagai tahanan politik, 600 wanita ditahan bersama anak-anak mereka termasuk 100 wanita yang sedang hamil atau baru saja melahirkan.  780 bayi dipenjara bersama dengan ibu mereka yang tidak dihukum karena kejahatan apa pun," tandasnya.

Protes keras terhadap Rezim Erdogan di negara-negara lain terus berlangsung, sayang aksi represif terus terjadi di Turki. Aparat kepolisian menindak keras protes yang dilakukan perempuan dengan kekerasan untuk menghalai gelombang unjuk rasa, namun sampai saat ini aksi protes terus berlangsung. (OL-8)

Baca Juga

AFP/ Fabrice COFFRINI

Swiss Longgarkan Pembatasan Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 15 April 2021, 07:39 WIB
Per Senin (19/4), restoran dan bar di Swiss, yang diharuskan tutup sejak Desember, akan diizinkan melayani konsumen namun di area...
AFP/THOMAS WATKINS

NATO Sepakat Mulai Tarik Pasukan dari Afghanistan pada 1 Mei

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 15 April 2021, 07:24 WIB
"Kami berencana menyelesaikan penarikan pasukan itu dalam tempo beberapa...
 AFP/CHANDAN KHANNA

AS Klaim 194 Juta Dosis Vaksin Telah Diberikan ke Warganya

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 15 April 2021, 07:21 WIB
AS telah memberikan 194.791.836 dosis vaksin covid-19 di negara itu per Rabu (14/4) pagi dan mendistribusikan 250.998.265...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya