Jumat 05 Maret 2021, 17:06 WIB

Australia Frustasi Italia Blokir Pengiriman Vaksin AstraZeneca

Mediaindonesia.com | Internasional
Australia Frustasi Italia Blokir Pengiriman Vaksin AstraZeneca

timesofindia.indiatimes.com
AstraZeneca

 

Pemerintah Australia pada Jumat (5/3) menyatakan frustrasi atas keputusan Italia untuk memblokir pengiriman vaksin Covid-19 dari AstraZeneca, tetapi menekankan hal itu tidak akan memengaruhi peluncuran program inokulasi Australia.

Italia, didukung oleh Komisi Eropa, memblokir rencana ekspor sekitar 250.000 dosis vaksin AstraZeneca setelah produsen obat itu gagal memenuhi komitmen kontrak pesanan vaksin Uni Eropa.

"Dunia berada di wilayah yang belum dipetakan saat ini, tidak mengherankan bahwa beberapa negara akan merobek buku peraturan," kata Menteri Keuangan Australia Simon Birmingham kepada Sky News.

"Ini benar-benar menunjukkan seberapa baik Australia terus melakukan (tanggapan pandemi) dibandingkan dengan keputusasaan negara-negara lain."

Menteri Kesehatan Greg Hunt mengatakan Australia telah menerima 300.000 dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca, yang akan bertahan sampai produksi vaksin lokal meningkat. "Ini adalah satu pengiriman dari satu negara," kata Hunt dalam pernyataan yang dikirim melalui surat elektronik.
"Pengiriman ini tidak diperhitungkan dalam rencana distribusi kami untuk beberapa minggu mendatang."

AstraZeneca tidak segera membalas permintaan komentar.

Australia memulai program inokulasi dua minggu lalu, memvaksin staf kesehatan garis depan dan lansia dengan vaksin Covid-19 Pfizer meskipun dosis vaksin itu terbatas di tengah ketatnya pasokan global.

Para pejabat pada Jumat memberikan vaksin AstraZeneca pertama kepada seorang dokter di negara bagian Australia Selatan.

Australia telah memesan 53,8 juta dosis vaksin AstraZeneca, yang dikembangkan bersama dengan Universitas Oxford. Perusahaan farmasi lokal CSL Ltd telah mendapatkan hak untuk memproduksi 50 juta dosis tersebut di Australia.

Dosis tersebut akan menjadi tulang punggung program inokulasi Australia, yang diharapkan selesai pada Oktober.

Australia berada di bawah tekanan yang lebih rendah daripada banyak negara lain, mencatat hanya di bawah 29.000 kasus COVID-19 dan 909 kematian. Infeksi yang lebih rendah dan hitungan kematian telah dibantu oleh penguncian yang ketat, sistem pelacakan cepat dan penutupan perbatasan. (Ant/OL-12)

 

Baca Juga

Yuki IWAMURA / AFP

Jepang Siap Buang Air Olahan Limbah Nuklir Fukushima ke Laut

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 13 April 2021, 13:10 WIB
Jepang akan melepaskan lebih dari satu juta ton air olahan dari pembangkit nuklir Fukushima yang bocor ke...
AFP/Olga MALTSEVA

Pabrik Bersejarah di Saint Petersburg Terbakar

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 13 April 2021, 12:11 WIB
Sebanyak 40 orang dievakuasi dari pabrik itu dan sebuah hotel yang berada di dekat pabrik itu dikosongkan dan tamunya...
AFP/MANDEL NGAN

Major, Anjing Biden, Kembali ke Sekolah

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 13 April 2021, 12:00 WIB
Maret lalu, dia sempat dipulangkan ke rumah keluarga Biden di Delaware setelah menggigit...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya