Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Inggris Boris Johnson merasa ngeri dengan meningkatnya kekerasan di Myanmar dan menyerukan diakhirinya represi militer di negara itu.
"Kami mendukung rakyat Myanmar dalam menyerukan diakhirinya segera penindasan militer, pembebasan Aung San Suu Kyi dan lainnya, dan pemulihan demokrasi," kata Johnson di Twitter, yang merujuk pada pemimpin de-facto Myanmar yang ditahan dalam kudeta, Februari.
Johnson juga mengutuk pembunuhan puluhan pengunjuk rasa pro-demokrasi pada Rabu di hari yang paling mematikan di Myanmar sejak pengambilalihan kekuasaan oleh militer dan tindakan keras selanjutnya. Inggris telah berulang kali mengutuk penindasan dan pelanggaran hak oleh junta setelah para jenderal terkemuka dengan cepat mengakhiri percobaan selama satu dekade dengan demokrasi.
Menteri Luar Negeri Dominic Raab kemudian mencuit di Twitter tentang pemandangan yang mengerikan di Myanmar.
"Menargetkan rakyat Anda sendiri dengan kekuatan mematikan hanya karena menggunakan hak mereka untuk melakukan aksi protes yang damai tidak bisa diterima. Kekerasan yang sedang berlangsung dan intimidasi tersebut harus diakhiri," tulisnya.
baca juga: Tewas Dalam Aksi, Gadis Myanmar Berpesan Ingin Donor Organ Tubuh
Pengambilalihan kekuasaan oleh militer tersebut memicu pemberontakan massal melawan para jenderal militer, yang disambut dengan kekuatan mematikan. Pekan lalu, Inggris menjatuhkan sanksi pada enam anggota junta militer Myanmar, termasuk Panglima Tertinggi Jenderal Min Aung Hlaing.
Sanksi tersebut akan mencegah enam orang tersebut melakukan perjalanan ke Inggris, sementara bisnis dan institusi Inggris dilarang berurusan dengan mereka. Pembatasan yang sama juga telah diberlakukan pada 19 tokoh militer lainnya. Bantuan Inggris yang dapat digunakan untuk mendukung junta secara tidak langsung juga telah ditangguhkan. (AFP/OL-3)
PEMERINTAH Tiongkok mengeksekusi 11 terpidana, termasuk anggota keluarga Ming, yang terlibat jaringan penipuan telekomunikasi lintas negara serta pembunuhan berencana di Myanmar.
Aung San Suu Kyi kini genap 20 tahun dalam tahanan. Di tengah kondisi kesehatan yang misterius, mampukah "The Lady" mengakhiri perang saudara di Myanmar?
PARTAI yang berafiliasi dengan militer dan selama ini mendominasi politik Myanmar mengeklaim kemenangan besar dalam tahap pertama pemilihan umum yang digelar junta militer.
DIREKTORAT Pelindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, bekerja sama dengan KBRI Yangon dan KBRI Bangkok, kembali memulangkan 54 WNI dari perbatasan Myanmar-Thailand.
KBRI di Yangon melaporkan bahwa sebanyak 56 WNI yang terdampak operasi penertiban pusat online scam dan online gambling di kawasan KK Park dan Shwe Kokko, Myawaddy.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan bahwa pola tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Indonesia semakin berkembang dan kian sulit dideteksi.
Aung San Suu Kyi kini genap 20 tahun dalam tahanan. Di tengah kondisi kesehatan yang misterius, mampukah "The Lady" mengakhiri perang saudara di Myanmar?
Juru bicara Departemen Keuangan AS membantah adanya motif tersembunyi dalam langkah pencabutan sanksi terhadap kroni junta Myanmar.
FENOMENA autokratisasi secara global yang terjadi saat ini memasuki gelombang ketiga. Pemerintah otoriter lahir dengan cara 'memanfaatkan' sistem demokrasi.
MANTAN Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, yang berstatus terdakwa, dibebaskan secara bersyarat setelah menjalani hukuman enam bulan dari satu tahun hukumannya.
Bantuan yang diberikan Amerika Serikat ke Gabon akan dihentikan setelah kudeta militer bulan lalu.
KEMENTERIAN Luar Negeri Prancis pada Kamis (14/9), mengumumkan bahwa seorang warganya yang ditahan selama kudeta di Niger telah dibebaskan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved