Rabu 24 Februari 2021, 10:26 WIB

Menlu AS dan Elon Musk Buat Harga Bitcoin Anjlok 11%

Insi Nantika Jelita | Internasional
Menlu AS dan Elon Musk Buat Harga Bitcoin Anjlok 11%

Odd ANDERSEN / AFP
CEO Tesla Elon Musk.

 

HARGA Bitcoin anjlok pada perdagangan Selasa (23/2), setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen dan CEO Tesla Elon Musk mengeluarkan pernyataan yang skeptis tentang mata uang digital itu.

Bitcoin jatuh 11% dalam 24 jam, tenggelam di bawah US$50.000 atau tepatnya sekitar US$ 45.041 pada perdagangan kemarin, menurut data dari Coin Metrics dilansir CNBC.

Harga mata uang digital lainnya seperti Ether dan XRP juga dilaporkan jatuh. Ether merosot 11% menjadi US$1.573, sementara XRP merosot 17% hingga diperdagangkan sekitar 47 sen.

Yellen pada Senin (22/2) lalu, menyebut bitcoin sebagai alat yang sangat tidak efisien untuk melakukan transaksi dan memperingatkan tentang penggunaannya dalam aktivitas terlarang.

Dia juga menyuarakan peringatan tentang dampak bitcoin terhadap lingkungan. Bitcoin disebut tidak dikendalikan oleh otoritas pusat mana pun. Kemudian, jaringan Bitcoin juga dikatakan mengkonsumsi lebih banyak listrik, menurut para peneliti di Universitas Cambridge.

Yellen juga memperingatkan tentang risiko bagi investor ritel yang membeli bitcoin.

"Ini adalah aset yang sangat spekulatif dan Anda tahu saya pikir orang harus menyadari itu bisa sangat tidak stabil dan saya khawatir tentang potensi kerugian yang dapat diderita investor," ungkapnya.

Sementara itu, Elon Musk bilang kenaikan harga Bitcoin lebih dari 20 persen sepanjang pekan lalu, dianggap terlalu cepat. Sehingga, diduga berdampak pada penurunan harga mata uang digital itu.

Harga bitcoin sempat dilaporkan naik lebih dari 360% dalam 12 bulan terakhir dan sekitar 60% sejak awal tahun ini. Bitcoin pernah naik menjadi hampir US$ 20.000 pada tahun 2017 sebelum kehilangan 80% nilainya pada tahun berikutnya.

Koin digital itu juga sempat menembus nilai pasar US$ 1 triliun untuk pertama kalinya pada minggu lalu, meskipun sekarang telah tenggelam di bawah US$ 900 miliar, menurut CoinDesk. (CNBC/Ins/OL-09)

Baca Juga

Antara

India dan Pakistan Sepakat Gencatan Senjata

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 25 Februari 2021, 19:30 WIB
Dua negara bertetangga yang memiliki senjata nuklir itu menandatangani perjanjian gencatan senjata di sepanjang Garis Kendali (LoC) di...
Ted ALJIBE / AFP

Filipina akan Terima Pengiriman Vaksin Covid-19 Pertamanya

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 25 Februari 2021, 16:04 WIB
Juru Bicara Presiden Rodrigo Duterte, Harry Roque, mengatakan bahwa pengiriman 600 ribu dosis vaksin Sinovac Biotech, yang...
Sergio Lima / AFP

Jepang Siap Hentikan Bantuan Pembangunan Baru ke Myanmar

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 25 Februari 2021, 15:01 WIB
Kyodo News juga melaporkan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menghentikan bantuan baru untuk Myanmar yang dikuasai junta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya