Rabu 24 Februari 2021, 07:38 WIB

Guinea Luncurkan Kampanye Vaksinasi Ebola

Nur Aivanni | Internasional
Guinea Luncurkan Kampanye Vaksinasi Ebola

CAROL VALADE / AFP
Seorang petugas kesehatan dari Kementerian Kesehatan Guinea memulai vaksinasi Ebola kdi Gueckedou, Guinea, Selasa (23/2/2021).

 

NEGARA Guinea meluncurkan kampanye vaksinasi Ebola setelah wabah baru dari penyakit yang mematikan melanda negara itu bulan ini, Selasa (23/2). Para pejabat pun berharap langkah tersebut bisa membasmi virus dalam enam minggu. Negara tersebut melaporkan kasus baru Ebola pada 13 Februari di Afrika Barat sejak wabah itu melanda Guinea, Liberia, dan Sierra Leone, periode 2013-2016 dan menewaskan lebih dari 11.300 orang.

Wabah terbaru muncul di dekat kota Gouecke, di kawasan hutan Nzerekore di tenggara Guinea. Wabah tersebut telah menewaskan lima orang. Namun, tidak ada kasus baru yang dikonfirmasi selama seminggu. Ebola menyebabkan demam yang parah dan dalam kasus terburuk menyebabkan pendarahan tidak bisa berhenti. Virus itu ditularkan melalui kontak cairan tubuh, orang yang tinggal bersama atau merawat pasien Ebola. 

Petugas kesehatan mulai memberikan vaksin Ebola di Gouecke pada Selasa, setelah lebih dari 11.000 dosis tiba di Guinea pada hari sebelumnya. Menteri Kesehatan Guinea Remy Lamah, serta Georges Ki-Zerbo, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di negara itu, melakukan perjalanan ke kota untuk memulai peluncuran vaksin tersebut. WHO berencana mengirim sekitar 8.000 dosis lagi ke Guinea, kata badan kesehatan PBB tersebut dalam sebuah pernyataan. 

"Saya pikir dalam enam minggu, kita bisa selesai dengan penyakit ini," kata Menteri Kesehatan Lamah kepada AFP.

baca juga: Meningkat, Korban Meninggal Akibat Ebola di Guinea Jadi 5 Orang

Ki-Zerbo mengatakan bahwa vaksin akan diberikan terutama kepada mereka yang telah melakukan kontak dengan orang terinfeksi Ebola. Kampanye vaksinasi juga dimulai di Dubreka, pinggiran ibu kota Conakry. Pada Rabu ini, peluncuran vaksin akan dilanjutkan di Nzerekore sekitar 40 kilometer dari Gouecke. Sementara itu di Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo juga mengalami wabah baru Ebola. Para pejabat melaporkan empat orang tewas akibat Ebola saat warga menolak melakukan pencegahan terhadap penyakit menular tersebut. (OL-3)

Baca Juga

Antara

India dan Pakistan Sepakat Gencatan Senjata

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 25 Februari 2021, 19:30 WIB
Dua negara bertetangga yang memiliki senjata nuklir itu menandatangani perjanjian gencatan senjata di sepanjang Garis Kendali (LoC) di...
Ted ALJIBE / AFP

Filipina akan Terima Pengiriman Vaksin Covid-19 Pertamanya

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 25 Februari 2021, 16:04 WIB
Juru Bicara Presiden Rodrigo Duterte, Harry Roque, mengatakan bahwa pengiriman 600 ribu dosis vaksin Sinovac Biotech, yang...
Sergio Lima / AFP

Jepang Siap Hentikan Bantuan Pembangunan Baru ke Myanmar

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 25 Februari 2021, 15:01 WIB
Kyodo News juga melaporkan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menghentikan bantuan baru untuk Myanmar yang dikuasai junta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya