Selasa 16 Februari 2021, 10:22 WIB

Meningkat, Korban Meninggal Akibat Ebola di Guinea Jadi 5 Orang

Nur Aivanni | Internasional
Meningkat, Korban Meninggal Akibat Ebola di Guinea Jadi 5 Orang

AFP/John Wessels
Warga mengendarai sepeda motor untuk membawa nisan kuburan bagi korban ebola.

 

LIMA orang telah meninggal karena virus Ebola di Guinea, kata badan kesehatan pada Senin, ketika pemerintah dan kelompok bantuan mulai memberikan tanggapan mereka untuk mengatasi wabah tersebut.

Guinea mengumumkan wabah tersebut pada Sabtu - yang pertama di Afrika Barat sejak epidemi 2013-2016 yang menyebabkan lebih dari 11.300 orang tewas di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.

Baca juga: Junta Militer Myanmar Kembali Putus Koneksi Internet

Menurut laporan epidemiologi oleh badan kesehatan negara itu tertanggal 15 Februari, lima orang kini telah meninggal karena virus tersebut, meningkat dari jumlah empat korban tewas yang dilaporkan sebelumnya pada Senin.

Hanya satu dari korban yang dipastikan positif terkena Ebola, dengan empat lainnya terdaftar sebagai 'kasus yang mungkin terjadi'.

Dua orang lainnya dinyatakan positif, kata badan kesehatan, sementara 10 lainnya menunjukkan gejala.

Korban pertama yang dikonfirmasi adalah seorang perawat berusia 51 tahun, yang meninggal pada akhir Januari. Dia berasal dari Nzerekore dekat kota Gouecke.

Dua saudara laki-laki perawat yang menghadiri pemakamannya pada 1 Februari juga meninggal, kata seorang pejabat kesehatan yang tidak mau disebutkan namanya.

Masih belum jelas siapa korban lainnya atau apakah mereka menghadiri pemakaman perawat tersebut.

Kantor PBB Guinea mencuit di Twitter bahwa penerbangan pertama yang membawa para ahli dan peralatan sanitasi tiba di Nzerekore pada Senin.

Perdana Menteri Ibrahima Kassory Fofana mengatakan Guinea telah membentuk struktur untuk menangani jenis epidemi tersebut.

Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Guinea Alfred George Ki-Zerbo, pada Senin, mengatakan bahwa vaksin Ebola bisa tiba di negara miskin berpenduduk 13 juta itu dalam 72 jam.

"Prioritas kami adalah menyelesaikan penilaian risiko di lapangan dan menganalisis dimensi lintas batas," katanya, yang mengacu pada daerah dekat perbatasan Liberia tempat virus itu muncul kembali. (AFP/OL-6)
 

Baca Juga

AFP

Kasus Covid Masih Tinggi Belanda akan Perpanjang Lockdown

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 13 April 2021, 23:48 WIB
PEMERINTAH Belanda diperkirakan akan menunda pelonggaran pembatasan penguncian atau ‘lockdown’ yang telah lama ditunggu-tunggu...
Dok.KBRI Oslo

KBRI Oslo Buka Kelas Bahasa Indonesia, Peminat Capai 100 Orang

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 13 April 2021, 23:10 WIB
KBRI Oslo membuka 3 (lima)  kelas untuk masyarakat umum, terdiri dari dua kelas untuk level BIPA 1 dan satu kelas untuk level BIPA...
dw.com

Ikut Demonstrasi Ilegal Aktivis Hong Kong Dihukum Empat Bulan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 13 April 2021, 21:45 WIB
Aktivis berusia 24 tahun itu padahal baru menjalani hukuman lebih dari empat bulan atas vonis penjara selama 13,5 bulan karena...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya