Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Jumat (5/2), menuding Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) sebagai sebuah lembaga politik setelah pengadilan PBB itu menegaskan punya yurisdiksi untuk mengadili masalah di wilayah Palestina yang diduduki 'Negeri Zionis' itu.
"Pengadilan itu, sekali lagi, membuktikan diri sebagai lembaga politik dan bukan institusi yudikasi," ujar Netanyahu dalam sebuah pernyataan resmi.
Netanyahu kemudian menyebut keputusan ICC itu melecehkan hak demokrasi negara untuk melindungi diri dari terorisme.
Baca juga: AS Kecam Keputusan ICC Soal Yurisdiksi di Palestina
Keputusan ICC pada Jumat (5/2) membuka jalan bagi jaksa pengadilan itu untuk membuka penyelidikan kejahatan perang.
Palestina merupakan negara anggota pengadilan yang didirikan pada 2002 untuk mengadilan kejahatan di dunia, namun Israel tidak.
Netanyahu mengecam keras keputusan pengadilan yang bermarkas di Den Haag, Belanda itu.
"Pengadilan mengabaikan kejahatan perang yang sesungguhan dan malahan mengincar Israel, negara yang memiliki pemerintahan demokratis yang menghormati hukum dan bukan anggota pengadilan itu," kecam Netanyahu.
Jaksa ICC Fatou Bensouda telah meminta pengadilan mengenai pandangan hukum mereka mengenai apakah yurisdiksi mereka mencakup wilayah yang diduduki Israel setelah Bensouda, pada 2019, mengaku ingin menggelar penyelidikan penuh.
ICC, dalam sebuah pernyataan, menegaskan telah memutuskan, secara mayoritas, bahwa yurisdiksi mereka terkait Palestina, negara yang meratifikasi statuta ICC Roma, mencakup kawasan yang diduduki Israel sejak 1967, termasuk Jalur Gaza dan Tepi Barat, mencakup Jerusalem Timur. (AFP/OL-1)
Seiring berlanjutnya perang, kemungkinan besar akan terjadi beberapa perbedaan antara hak prerogatif Israel dan Amerika.
Wang mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan bin Abdullah bahwa ia menghargai sikap menahan diri Riyadh.
Pernyataan itu disertai dengan rekaman yang menurut militer menunjukkan serangan yang bertujuan untuk menghancurkan apa yang mereka sebut sebagai sistem pertahanan udara.
Terdapat laporan mengenai korban jiwa di berbagai sektor di banyak daerah tersebut, termasuk warga sipil. Sejauh ini, dua puluh sekolah telah terkena dampaknya.
Hizbullah mengatakan serangan itu dilakukan sebagai tanggapan terhadap agresi kriminal Israel yang menargetkan puluhan kota dan permukiman di Libanon, termasuk pinggiran selatan Beirut.
Iran menunda upacara perpisahan Ayatollah Ali Khamenei akibat kendala logistik dan ancaman keamanan. Israel ancam bunuh siapapun calon penerus Khamenei.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved