Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA, Jumat (5/2), mengusir diplomat dari tiga negara Eropa karena ambil bagian dalam aksi protes atas penahanan kritikus Kremlin Alexei Navalny.
Saat Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell sedang melakukan lawatan di Moksow, Rusia mengatakan telah menetapkan diplomat asal Polandia, Jerman, dan Swedia persona non grata karena ambil bagian dalam aksi demonstrasi mendukung Navalny, 23 Januari lalu.
Negara Barat mengecam penahanan Navalny, pertengahan Januari lalu, pembubaran aksi demontrasi pendukung Navalny dengan kekerasan, serta keputusan pengadilan pada Selasa (2/2) yang memvonis aktivis antikorupsi berusia 44 tahun itu dengan vonis penjara selama hampir tiga tahun.
Baca juga: Biden Tegaskan AS tidak Lagi Tunduk pada Rusia
Moskow mengumumkan pengusiran itu, beberapa jam setelah Borrell bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, untuk membahas hubungan antara kedua negara.
Kementerian Luar Negeri Rusia tidak mengungkapkan bagiaman ketiga diplomat itu ambil bagian dalam aksi demonstrasi itu namun hanya mengatakan ketiganya tidak mengikuti norma hukum internasional.
Rusia mengecam dukungan Eropa terhadap Navalny, kritikus utama Presiden Vladimir Putin, dengan menuding Eropa dan Amerika Serikat (AS) ikut campur dengan urusan dalam negeri Rusia.
"Hubungan kami tengah berada dalam situasi yang sangat sulit," ujar Borrell kepada Lavrov sembari menambahkan bahwa kasus Navalny menjadi titik terendah dalam hubungan kedua negara.
Kedua tokoh itu mengatakan masih ada harapan kerja sama di sejumlah area, termasuk dalam menghadapi pandemi covid-19.
Juru bicara Uni Eropa Peter Stano mengatakan Borrell mengetahui keputusan Moskow mengusir ketiga diplomat itu dalam pertemuan dengan Lavrov.
"Borrell mengecam keras keputusan Rusia itu dan menolak tudingan para diplmat itu melakukan aktivitas yang melanggar status mereka," ungkap Stano.
Kanselir Jerman Angela Merkel menyebut aksi Rusia itu tidak bisa dibenarkan sementara Menteri Luar Negeri Swedia mengatakan tuduhan Moskow tidak berdasar dan memperingatkan bahwa negaranya akan mengambil langkah balasan. (AFP/OL-1)
Dia menambahkan bahwa pinjaman Uni Eropa sebesar 106 miliar dolar AS dan memorandum dengan Dana Moneter Internasional (IMF) berisiko gagal.
NINTENDO dikabarkan tengah menyiapkan versi baru dari konsol generasi terbarunya, Nintendo Switch 2, dengan desain baterai yang dapat diganti sendiri oleh pengguna.
Uni Eropa, Jerman, dan Inggris kompak tolak permintaan AS kirim pasukan ke Selat Hormuz. Fokus pada diplomasi demi cegah lonjakan harga minyak global. Simak!
Para petani menerapkan metode panen cerdas iklim dan pemetikan selektif dengan tangan untuk menjaga cita rasa serta memperpanjang umur simpan buah.
Jerman pastikan tidak bergabung dalam misi militer di Selat Hormuz. Menlu Johann Wadephul tegaskan Berlin pilih solusi negosiasi ketimbang keterlibatan tempur.
Iran juga menuduh Uni Eropa melakukan kemunafikan dan standar ganda setelah kepala kebijakan luar negeri blok tersebut mengkritik serangan Hizbullah terhadap Israel.
Inggris sebut Epibatidine digunakan untuk meracuni Alexei Navalny. Ini cara kerja racun katak asal Amerika Selatan ini dan dampaknya bagi tubuh manusia.
Lyudmila Navalnaya menyebut temuan toksin katak panah pada jasad Alexei Navalny membuktikan putranya dibunuh.
Pengadilan di Moskow memerintahkan penangkapan in absentia terhadap Yulia Navalnaya, istri dari politisi oposisi Alexey Navalny, dengan tuduhan berpartisipasi dalam organisasi ekstremis.
Majalah Forbes memasukkannya sebagai salah satu orang terkaya di struktur militer Rusia.
Para pendukung Navalny di Rusia, meskipun tanpa harapan untuk perubahan politik, menemukan dukungan bersama dalam menghadapi pemerintahan keras Vladimir Putin.
Yulia Navalnaya meneruskan perjuangan suaminya, Alexei Navalny melawan Putin dengan gerakan Siang Melawan Putin, di mana warga ke TPS memilih kandidat selain Putin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved