Selasa 02 Februari 2021, 07:09 WIB

Biden Imbau Militer Myanmar Lepaskan Kekuasaan

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Biden Imbau Militer Myanmar Lepaskan Kekuasaan

AFP/Lillian SUWANRUMPHA
Kelompok pro demokrasi Thailand menyerang polisi Bangkok saat demo mendukung imigran Myanmar memprotes kudeta militer, Senin (1/2/2021).

 

PRESIDEN AS Joe Biden memperingatkan Myanmar atas kudeta militernya. Biden meminta mereka untuk segera melepaskan kekuasaan. Dia menegaskan akan mempertimbangkan untuk memberlakukan kembali sanksi, kecuali supremasi hukum dipulihkan dan para tahanan termasuk Aung San Suu Kyi dan para pemimpin politik senior negara dibebaskan.

"Komunitas internasional harus bersatu dalam satu suara untuk menekan militer Burma agar segera melepaskan kekuasaan yang telah mereka rebut," kata Biden pada Senuin (1/2).

"Amerika Serikat mencabut sanksi terhadap Burma selama dekade terakhir berdasarkan kemajuan menuju demokrasi. Pembalikan kemajuan itu akan membutuhkan peninjauan segera terhadap hukum dan otoritas sanksi kami, diikuti dengan tindakan yang sesuai. Amerika Serikat akan membela demokrasi di mana pun ia diserang," tuturnya.

Transisi Myanmar awalnya dilihat sebagai kisah sukses dari pemerintahan mantan Presiden Barack Obama, saat Biden menjabat sebagai Wakil Presiden, dengan negara yang ditempatkan secara strategis itu terlihat bergerak menuju demokrasi dan menjauh dari orbit Tiongkok. Tetapi pemimpin demokrasi Myanmar yang pernah menjadi ikon, Aung San Suu Kyi menuai kritik Barat atas keengganannya untuk mengutuk pembunuhan massal Muslim Rohingya.

Pada hari Senin, militer menangkap Aung San Suu Kyi dan politisi lain setelah partainya kembali mencetak kemenangan besar dalam pemilihan umum. Tentara Myanmar mengumumkan di televisi milik militer bahwa mereka telah memberlakukan keadaan darurat selama setahun dan menyerahkan kekuasaan kepada panglima militer Min Aung Hlaing.

Serta mengklaim bahwa pemerintah tidak bertindak atas dugaan kecurangan dalam pemilihan November di mana partai Suu Kyi memenangkan mayoritas kursi di parlemen.

baca juga: Kemenangan Partai Aung San Suu Kyi Buat Panik Militer Myanmar

"Amerika Serikat memperhatikan mereka yang mendukung rakyat Burma di saat-saat sulit ini," ujar Biden.

"Kami akan bekerja dengan mitra kami di seluruh kawasan dan dunia untuk mendukung pemulihan demokrasi dan supremasi hukum, serta meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab untuk membatalkan transisi demokrasi Burma," tandasnya. (CNA/NY Post/OL-3)

Baca Juga

Prakash SINGH / AFP

Pimpinan Oposisi India Desak Pemerintah Vaksinasi Penduduk

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 05:00 WIB
Modi telah dikritik secara luas karena tidak mengambil langkah lebih cepat untuk menekan gelombang...
investing.com

Tiga Hari Berturut-Turut Saham Prancis Ditutup Lebih Tinggi

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 04:27 WIB
Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen Indeks CAC 40, sebanyak 28 saham berhasil membukukan keuntungan,...
Prakash SINGH / AFP

Inggris Sebut Varian Baru Virus Korona India 'Mengkhawatirkan'

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 07 Mei 2021, 23:55 WIB
Para pejabat Inggris mungkin menyatakan salah satu jenis virus korona baru yang pertama kali ditemukan di India sebagai "varian yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kualitas Kompetisi Harus Ditingkatkan

Regulasi yang dibuat operator dan regulator harus bisa meningkatkan standar liga dan klub

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya