Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Eropa khawatir pandemi covid-19 akan semakin memicu melebarnya kesenjangan antara negara-negara di kawasan tersebut dan menghidupkan kembali ingatan akan krisis utang seperti di pertengahan dekade 2000-an.
Banyak yang telah berubah dalam ekonomi Eropa sejak krisis satu dekade lalu, tetapi data terbaru menunjukkan bahwa negara-negara yang paling menderita saat itu, masih paling rentan saat ini.
Para menteri keuangan Uni Eropa, Senin (18/1), bertemu melalui konferensi video untuk membahas kekhawatiran mereka dengan melonjaknya utang dan stagnannya pertumbuhan gaji/pendapatan di kawasan itu.
Yunani, Spanyol, dan Italia, menjadi negara yang tingkat utangnya melonjak. Kondisi itu diperparah karena perekonomian mereka ditopang industri pariwisata yang terpulul wabah korona. Selain ketiga negara itu, utang pemerintah Prancis dan Belgia juga diprediksi melonjak dari sebelumnya. Sementara itu, Jerman terhindar dari krisis pandemi ini berkat aliran ekspor yang stabil ke Tiongkok.
"Pola yang tidak menguntungkan dari krisis ini adalah bahwa negara-negara yang masih bergulat dengan tantangan sisa terbesar (dari krisis utang di pertengahan dekade 2000-an), cenderung menjadi negara yang sangat terpukul oleh pandemi," kata seorang pejabat senior Uni Eropa
Keluhan tentang perbedaan antara negara-negara kaya dan negara-negara miskin yang terpukul parah terus berulang selama pandemi di Eropa, mulai muncul di Italia. Warga di negara itu mengeluhkan kurangnya solidaritas dari mitra Eropa mereka. Keluhan itu semakin keras ketika tingkat kematian meningkat dan penguncian menyebar di Spanyol dan negara-negara lain. Kondisi ini mengarah pada keputusan bersejarah Juli lalu bagi pemerintah UE untuk bersama-sama menyuntikan dana 750 miliar euro (US$ 900 miliar) sebagai dana bantuan. Namun, stimulus berupa uang tunai, yang akan masuk ke prioritas Eropa seperti menghadapi darurat iklim atau mengembangkan teknologi baru, diperkirakan baru akan terasa di akhir tahun.
Sementara itu, pengeluaran utang merajalela di Eropa. Menurut perkiraan Uni Eropa mulai November, defisit di Prancis akan mencapai 10,5% dari produk domestik bruto (PDB) untuk akhir tahun 2020 dan mencapai 12,2% di Spanyol. Bandingkan dengan Jerman yang hanya 6% dari PDB.
Tingkat pengeluaran berlebih ini akan membuat pasar keuangan menjadi panik, mengancam solvabilitas negara dan masa depan mata uang tunggal euro. Tapi kali ini bisa berbeda. Bank Sentral Eropa telah menenangkan pasar dengan membeli banyak utang publik, yang pada dasarnya menyelesaikan masalah di masa mendatang.
Berkat intervensi ini, negara yang sangat berhutang budi seperti Italia, memiliki suku bunga pinjaman 10 tahun hanya 0,65%, sementara yang lain bahkan memiliki suku bunga negatif, yang berarti pemberi pinjaman membayar hak istimewa untuk meminjamkan uang.
Beberapa ekonom percaya intervensi ECB , dan perluasan program vaksinasi yang sukses, akan menggerkkan kembali ekonomi sehingga akan cukup untuk membuat Eropa kembali stabil. "Kami mengalami dua krisis dalam 10 tahun, yang biasanya terjadi sekali dalam satu abad," kata Joao Leao, menteri keuangan Portugal, yang saat ini menjabat sebagai presiden bergilir UE. (AFP/M-4)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Uni Eropa mengusulkan sanksi baru terhadap Rusia dengan menargetkan pelabuhan di negara ketiga, termasuk Pelabuhan Karimun di Indonesia, dalam paket sanksi ke-20.
Selain penetapan status teroris bagi IRGC, Uni Eropa juga memperluas daftar sanksi individu. Sebanyak 15 pejabat dari sektor keamanan dan peradilan Iran secara resmi masuk dalam daftar hitam.
PARA menteri luar negeri Uni Eropa untuk pertama kali dalam pertemuan pada Kamis (29/1) menyebut Amerika Serikat sebagai ancaman bagi benua tersebut.
Kremlin sebut Uni Eropa inkompeten dan tolak dialog dengan Kaja Kallas terkait perang Ukraina. Moskow pilih jalur komunikasi langsung dengan AS tanpa melibatkan UE.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved