Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
FBI memeriksa 25.000 pasukan Garda Nasional yang tiba di Washington DC untuk pelantikan Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden.
Upaya itu dilakukan di tengah kekhawatiran adanya serangan dari orang dalam. Sekretaris Militer Ryan McCarthy menyebut para komandan telah diperingatkan untuk mewaspadai potensi masalah dari pasukan Garda Nasional.
Anggota Garda Nasional, lanjut dia, sedang dilatih untuk mengidentifikasi potensi ancaman orang dalam. "Kami terus melalui proses dan mengambil pandangan berlapis pada setiap individu yang ditugaskan dalam operasi ini," ujar McCarthy dalam sebuah wawancara.
Baca juga: Biden Berjanji Persatukan Amerika Serikat
Sejauh ini, pihaknya belum melihat bukti dari ancaman tersebut. Pun, sejumlah pejabat yang melakukan pemeriksaan tidak menemukan tanda khusus.
Adapun peringatan muncul setelah upaya peredaman aksi protes di seluruh negeri hanya melibatkan sedikit pasukan bersenjata. Padahal, demonstrasi telah direncanakan.
Menyusul pemberontakan pro-Trump di Capitol pada 6 Januari, gubernur di banyak negara bagian telah memobilisasi garda nasional dan mendirikan pagar di sekitar gedung pemerintah. Bahkan, dalam beberapa kasus membatalkan bisnis resmi.
Baca juga: FBI Peringatkan Protes Bersenjata Jelang Pelantikan Biden
Satu-satunya kelompok sayap kanan yang terlihat dalam aksi protes adalah mereka yang pertama kali mendorong acara tersebut. Anggota 'Boogaloo Bois', gerakan ekstremis pro-senjata dan anti-pemerintah.
Mereka berupaya menggulirkan aksi protes di 50 negara bagian, namun sulit terwujud. Adapun di beberapa negara bagian, mereka tidak mampu mengumpulkan massa dalam jumlah signifikan.
Proses pemeriksaan Garda Nasional dimulai ketika pasukan pertama mulai dikerahkan ke Washington DC sekitar pekan lalu.(Guardian/OL-11)
WASHINGTON pada Selasa (6/1) memperingati lima tahun penyerbuan massa ke Gedung Capitol AS.
Instalasi Presidential Walk of Fame di Gedung Putih menuai sorotan. Trump pasang plakat bernada tajam, sebut Joe Biden presiden terburuk AS.
AMERIKA Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Hal ini diumumkan pemerintah Taipei, kemarin.
Departemen Luar Negeri AS kembali mewajibkan penggunaan Times New Roman ukuran 14 poin, membatalkan aturan penggunaan Calibri era Biden.
Pemerintahan Donald Trump memulai proses wawancara ulang terhadap pengungsi yang masuk ke AS di era Biden.
SEJUMLAH perusahaan besar AS, termasuk Meta Platforms, Broadcom, dan Qualcomm, menghadapi masalah baru saat mencoba memanfaatkan diskon pajak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved