Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
Beberapa produk minuman anggur (wine) buatan warga di daerah pendudukan Tepi Barat akan diekspor ke Uni Emirat Arab (UAE), kata para pengekspor.
Produk wine itu akan diekspor dengan label "dari tanah Israel".
Palestina mengecam perjanjian dagang antara Israel dan UAE karena pendudukan wilayah merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional. Namun, Israel membantah anggapan itu dan menyebut pihaknya memiliki hak atas wilayah di Tepi Barat.
Botol-botol dari Kilang Anggur Tura di Rehelim, daerah pendudukan di Tepi Barat akan segera tersedia di UAE, kata salah satu pedagang. Walaupun demikian, sampai saat ini, botol anggur tersebut belum tersedia di Uni Emirat Arab.
Israel dan UAE memulai hubungan dagang setelah keduanya menyepakati normalisasi hubungan diplomatik tahun lalu.
Salah satu pemilik kilang anggur, Vered Ben-Sa'adon, berpendapat ekspor anggur menunjukkan hubungan Israel dan UAE juga meluas ke wilayah pendudukan di Tepi Barat. Daerah itu diduduki paksa oleh Israel setelah perang pada 1967.
"(Bagi orang-orang di UAE), terlibat langsung dalam proses perdamaian, dan jadi bagian di dalamnya, tentu akan sangat menarik. Saat kalian duduk di sebuah hotel di Abu Dhabi dan meminum segelas (wine) Tura, maka Anda akan jadi bagian dalam sejarah," kata Ben-Sa'adon, 44.
Di samping anggur, Tura juga mengekspor minyak zaitun ke UAE. Untuk produk anggurnya, Tura memasang label "WINE DARI TANAH ISRAEL".
Tura berpendapat wilayah Israel turut mencakup Tepi Barat, yang disebut sebagai Judea dan Samaria di kitab suci.
UAE menolak berkomentar saat ditanya mengenai posisi pemerintah terhadap wilayah pendudukan Israel. Namun, pemerintah menyebut normalisasi hubungan dengan Israel akan memajukan usaha perdamaian di kawasan.
UAE belum mengatakan pihaknya akan memasang label khusus untuk barang-barang ekspor dari wilayah pendudukan.
Sejauh ini, Uni Eropa mewajibkan Israel untuk memasang label khusus untuk produk dari wilayah pendudukan.
Sementara itu, Pemerintah Amerika Serikat, di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, mengatakan barang impor yang dibuat di wilayah pendudukan harus diberi tanda "Buatan Israel" atau "Produk Israel".
Namun, presiden AS terpilih, Joe Biden, yang cukup lama mengkritik Israel, belum mengumumkan rencana mengubah kebijakan label Trump. (Ant/OL-12)
Rumor PM Israel Benjamin Netanyahu tewas atau luka parah mencuat setelah laporan media Iran. Simak fakta terkini dan kejanggalan yang terjadi di Tel Aviv.
Krisis Libanon 2026: UNICEF laporkan 700.000 pengungsi, termasuk 200.000 anak-anak. Angka kematian anak melonjak 25% dalam sepekan. Baca selengkapnya.
IRGC tawarkan akses Selat Hormuz dengan syarat usir dubes AS-Israel. Donald Trump ancam serangan 20x lebih keras jika Iran blokade minyak. Cek selengkapnya!
Iran juga menuduh Uni Eropa melakukan kemunafikan dan standar ganda setelah kepala kebijakan luar negeri blok tersebut mengkritik serangan Hizbullah terhadap Israel.
Update perang Libanon: Hizbullah pukul mundur pasukan Israel di Al-Khiyam. Presiden Joseph Aoun tawarkan deeskalasi di tengah pertempuran sengit.
Israel melakukan genosida di Gaza dan melancarkan serangan di Libanon dan negara-negara lain.
Penurunan produksi di tiga negara pertama sekitar seperlima dari total produksi Januari mereka, dan di Irak mencapai 70%, menurut laporan tersebut.
Uni Emirat Arab (UEA) tegas bantah laporan Bloomberg terkait menipisnya cadangan rudal pertahanan udara di tengah perang AS-Israel vs Iran. Cek faktanya!
Etihad Airways menghentikan sementara seluruh penerbangan dari dan menuju Abu Dhabi akibat penutupan wilayah udara regional.
Laporan lengkap kerusakan infrastruktur di Dubai, termasuk Bandara DXB dan Burj Al Arab, pasca serangan balasan Iran Maret 2026.
Pernyataan itu disampaikan dalam percakapan telepon antara pemimpin de facto Arab Saudi tersebut dengan Presiden UEA Mohamed bin Zayed (MBZ)
Selama ini, hubungan Indonesia dan Uni Emirat Arab memang berkembang pesat, terutama pada sektor energi, infrastruktur, dan proyek-proyek pengembangan ekonomi baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved