Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Selasa (5/1), menyatakan dukungan terhadap langkah yang telah diambil sejumlah negara dengan menunda pemberian dosis kedua vaksin covid-19 Pfizer-BioNTech.
Dihadapi dengan terbatasnya pasokan vaksin covid-19, Denmark dan Inggris mengatakan mereka akan menunggu lebih lama dari yang direkomendasikan, 21-28 hari, antara pemberian vaksin pertama dan kedua sehingga bisa memberikan suntikan dosis pertama kepada lebih banyak orang.
Kelompok penasehat vaksin WHO mengatakan vaksinasi bisa dibelikan beberapa pekan lebih lama dari waktu yang direkomendasikan, 21-28 hari, dalam kondisi khusus.
Baca juga: Tiongkok Blokir Kedatangan Tim WHO Ingin Teliti Asal Usul Covid-19
Namun, tidak ada yang mengonfirmasi keamanan dan efikasi dari pemberian vaksin dengan cara seperti itu.
WHO telah memberikan izin darurat bagi vaksin Pfizer-BioNTech, Kamis (31/12) lalu, membuka jalan bagi negara-negara di dunia untuk mengimpor dan mendistribusikan vaksin tersebut.
Vaksin Pfizer-BioNTech merupakan yang pertama mendapatkan izin dari WHO sejak pandemi terjadi di Tiongkok, tahun lalu.
Suntikan vaksin covid-19 diberikan dua kali. Kelompok Penasehat Strategis untuk Imunisasi WHO (SAGE), Selasa (5/1), mengatakan pemberian vaksin kedua bisa ditunda agar lebih banyak orang bisa mendapatkan suntikan pertama.
"SAGE merekomendasikan pemberian dua dosis vaksin covid-19 berjarak 21 hingga 28 hari," ujar ketua SAGE Alejandro Cravioto.
Namun, imbuhnya, negara yang memiliki keterbatasan vaksin dan kondisi epidemiologi khusus bisa menunda pemberian dosis kedua.
Direktur Departemen Imunisasi WHO Kate O'Brien mengatakan penundaan pemberian dosis kedua vaksin covid-19 itu tidak boleh melebihi enam pekan berdasarkan temuan uji klinis. (AFP/OL-1)
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan ancaman hujan asam dan hujan hitam di Iran akibat serangan pada fasilitas minyak. Warga diminta waspada.
Denmark resmi jadi negara Uni Eropa pertama yang mencapai status eliminasi transmisi HIV dan sifilis dari ibu ke anak.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Virus Nipah adalah virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Selain melalui kontak langsung dengan hewan, virus ini juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.
Prof. Tjandra Yoga Aditama ingatkan kewaspadaan terhadap Flu Burung, MERS-CoV, Super Flu, & Virus Nipah. Simak risiko dan data terbaru WHO 2026 di sini.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved