Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA tim pakar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bertolak ke Tiongkok untuk menyelidiki asal pandemi covid-19. Namun, Beijing belum memberi mereka izin masuk.
"Hari ini, saya mendapatkan informasi bahwa pemerintah Tiongkok belum menyelesaikan izin yang diperlukan bagi kehadiran tim WHO di Tiongkok," ujar Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
"Saya sangat kecewa dengan hal itu karena dua anggota tim itu telah bertolak ke Tiongkok," imbuhnya.
Baca juga: Jerman Pertimbangkan Penundaan Dosis Kedua
Tedros menegaskan dia rutin melakukan kontak dengan otoritas kesehatan Tiongkok untuk menegaskan bahwa misi ke Tiongkok itu sangat penting bagi WHO dan dunia internasional.
"Saya telah mendapatkan jaminan dari Tiongkok bahwa mereka telah mempercepat prosedur pengeluaran izin bagi tim kami," kata Tedros.
Direktur Kedaruratan WHO Michael Ryan, Selasa (5/1), mengatakan masalahnya adalah visa bagi tim pakar asal WHO itu.
"Saya berharap masalahnya hanya logistik dan birokrasi saja sehingga bisa diselesaikan dengan cepat," tegas Ryan.
WHO, selama beberapa bulan terakhir, tengah berusaha mengirimkan tim internasional yang beranggotakan 10 orang, termasuk epidemiolog dan pakar kesehatan hewan, ket Tiongkok untuk membantu mencari asal pandemi covid-19 dan bagaimana virus itu pertama kali menular ke manusia.
Namun, misi itu sangat sensitif. Baik WHO maupun pemerintah Tiongkok tidak mengungkapkan kapan misi itu bisa dimulai. WHO hanya mengatakan misi itu kemungkinan bergulir pada pekan pertama Januari. (AFP/OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Virus Nipah adalah virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Selain melalui kontak langsung dengan hewan, virus ini juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.
Prof. Tjandra Yoga Aditama ingatkan kewaspadaan terhadap Flu Burung, MERS-CoV, Super Flu, & Virus Nipah. Simak risiko dan data terbaru WHO 2026 di sini.
Mengonsumsi ikan akan memberi energi, protein dan berbagai jenis nutrien yang penting bagi kesehatan.
Tiga tinjauan Cochrane yang ditugaskan WHO mengungkap potensi besar obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, namun pakar peringatkan risiko jangka panjang.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved