Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEJABAT Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan pemerintah dan masyarakat dunia agar tetap waspada terhadap covid-19 meski vaksinasi sudah di depan mata. Menurut mereka, sistem kesehatan masih berpotensi goyah di bawah tekanan pandemi.
“Perkembangan vaksin memberi kita semua harapan dan sekarang kita mulai dapat melihat cahaya di ujung lorong. Namun, WHO khawatir akan ada presepsi yang berkembang bahwa pandemi covid-19 sudah berakhir,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa.
Tedros mengatakan pandemi masih akan berlangsung lama. Keputusan yang dibuat masyarakat dan pemerintah akan menentukan hasilnya dalam jangka pendek dan kapan pandemi akan berakhir.
Baca juga: Fauci Minta Maaf seusai Ragukan Izin Vaksin Inggris
"Kami tahu ini merupakan tahun yang sulit dan masyarakat sudah lelah, tetapi di rumah sakit yang masih terus beroperasi pada atau melebihi kapasitas, itu yang paling sulit," tuturnya.
"Sebenarnya saat ini, banyak tempat mengalami penularan covid-19 yang sangat tinggi, yang memberikan tekanan besar pada rumah sakit, unit perawatan intensif dan petugas kesehatan,” lanjutnya.
Sebelumnya, covid-19 muncul di Wuhan, Tiongkok setahun yang lalu. Kini, lebih dari 65 juta orang dilaporkan terinfeksi covid-19 secara global dan 1,5 juta telah meninggal dunia.
Dua vaksin yang menjanjikan akan segera menerima otorisasi penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS. Sekitar 20 juta warga AS akan divaksinasi tahun ini untuk membantu membendung gelombang virus di negara yang terkena dampak terparah di dunia itu.
Namun, pakar darurat ternama WHO Mike Ryan juga memperingatkan agar masyarakat tidak berpuas diri setelah peluncuran vaksin.
Dia mengatakan, meskipun vaksin adalah bagian utama dari pertempuran melawan covid-19, vaksin tidak akan dengan sendirinya mengakhiri pandemi.
"Kita berada dalam momen penting di beberapa negara. Ada sistem kesehatan di beberapa negara yang berada di titik kehancuran," tandasnya. (CNA/OL-1)
Taiwan melaporkan capaian Gold Tier WHO dalam eliminasi hepatitis C dengan diagnosis 90,2% dan pengobatan 92,6%, mendekati target global 2030.
Indonesia pimpin suara Global South dalam negosiasi WHO Pandemic Agreement 2026. Cek latar belakang Uni Eropa dinilai hambat kesetaraan akses kesehatan global.
Argentina resmi keluar dari WHO menyusul langkah AS. Presiden Javier Milei tegaskan penarikan ini demi kedaulatan penuh dan kritik atas manajemen pandemi Covid-19.
Situasi Lebanon kian mencekam! WHO laporkan 14 petugas medis tewas dalam serangan udara terbaru. Total korban jiwa kini tembus 826 orang di tengah eskalasi konflik Israel-Hezbollah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan ancaman hujan asam dan hujan hitam di Iran akibat serangan pada fasilitas minyak. Warga diminta waspada.
Denmark resmi jadi negara Uni Eropa pertama yang mencapai status eliminasi transmisi HIV dan sifilis dari ibu ke anak.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved