Senin 23 November 2020, 22:15 WIB

AstraZeneca Sebut Efektivitas Vaksin Mencapai 90 Persen

Mediaindonesia.com | Internasional
AstraZeneca Sebut Efektivitas Vaksin Mencapai 90 Persen

AFP
Ilustrasi peneliti yang melakukan pengembangan vaksin covid-19.

 

AstraZeneca pada Senin (23/11) mengatakan efektivitas vaksin Covid-19 yang dikembangkannya dapat mencapai 90 persen.

Tingkat efektivitas yang tinggi itu diyakini memberi dunia senjata untuk melawan pandemi global dan berpotensi lebih murah untuk dibuat, lebih mudah didistribusikan, dan lebih cepat untuk ditingkatkan dibandingkan vaksin-vaksin saingannya.

Produsen obat Inggris tersebut mengatakan akan memproduksi sebanyak 200 juta dosis pada akhir 2020.

Jumlah itu merupakan sekitar empat kali lebih banyak dibandingkan dengan vaksin pesaing asal Amerika Serikat, Pfizer.

Tujuh ratus juta dosis vaksin, kata AstraZeneca, dapat disiapkan secara global segera setelah akhir kuartal pertama 2021.

Vaksin itu 90 persen efektif dalam mencegah Covid-19 ketika diberikan dengan takaran setengah dosis diikuti, dengan dosis penuh setidaknya sebulan kemudian, menurut data dari uji coba tahap akhir di Inggris dan Brazil. Tidak ada peristiwa terkait keselamatan serius yang dikonfirmasi, kata perusahaan itu.

"Ini berarti kita memiliki vaksin untuk dunia," kata Andrew Pollard, direktur kelompok vaksin Universitas Oxford yang mengembangkan obat tersebut.

Harga vaksin hanya beberapa dolar per suntikan, jauh lebih rendah daripada harga buatan Pfizer dan Moderna, yang menggunakan teknologi yang lebih tidak konvensional.

Vaksin juga dapat diangkut dan disimpan pada suhu lemari es normal, yang menurut para pendukung akan membuatnya lebih mudah didistribusikan, terutama di negara-negara miskin.

Ketetapan suhu itu dianggap lebih memudahkan dibandingkan dengan vaksin buatan Pfizer, yang perlu dikirim dan disimpan pada suhu -70 derajat Celsius, ukuran suhu yang kerap dicapai pada musim dingin di Antartika.

Efektivitas vaksin AstraZeneca bergantung pada dosisnya. Angka tersebut turun menjadi hanya 62 persen bila diberikan sebagai dua dosis penuh, alih-alih setengah dosis terlebih dahulu.

Namun, para ilmuwan berhati-hati agar tidak melihat ini sebagai bukti bahwa vaksin tersebut akan kurang bermanfaat daripada saingannya. Vaksin dari Pfizer dan Moderna masing-masing mencegah sekitar 95 persen kasus, menurut data sementara dari uji coba tahap akhir mereka.

"Saya pikir mulai mencoba memilih ketiga vaksin ini (Pfizer/Moderna/Astra) berdasarkan potongan data fase tiga dari siaran pers merupakan sesuatu yang tidak realistis untuk dilakukan," kata Danny Altmann, profesor imunologi di Imperial College London.

"Untuk gambaran yang lebih besar, perkiraan saya adalah saat kita memasuki satu tahun ke depan, kita akan menggunakan ketiga vaksin dengan perlindungan sekitar 90 persen -dan kita akan jauh lebih senang."

Pascal Soriot, CEO Astra, mengatakan data yang menunjukkan bahwa setengah dosis awal lebih efektif daripada dua dosis penuh adalah kabar baik, karena lebih banyak orang yang dapat divaksinasi lebih cepat dengan persediaan terbatas. (Ant/OL-12)

 

Baca Juga

ft.com

Jepang: Satu Masker Terpasang Benar Lebih Efektif Ketimbang Dua

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Maret 2021, 17:10 WIB
berbanding terbalik dengan rekomendasi pemakaian dua masker lebih baik dalam mengurangi paparan virus korona terhadap...
timesofindia.indiatimes.com

Australia Frustasi Italia Blokir Pengiriman Vaksin AstraZeneca

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Maret 2021, 17:06 WIB
Italia, didukung oleh Komisi Eropa, memblokir rencana ekspor sekitar 250.000 dosis vaksin AstraZeneca setelah produsen obat itu gagal...
AFP

Lockdown di Auckland Segera Dicabut

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 05 Maret 2021, 16:12 WIB
Pemerintah Selandia Baru mencabut status lockdown di wilayah Auckland pada 7 Maret waktu setempat. Sebelumnya, keputusan lockdown menyusul...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya