Selasa 10 November 2020, 18:59 WIB

Joe Biden Diperkirakan Akan Tunjuk Obama sebagai Dubes Inggris

Nur Aivanni | Internasional
Joe Biden Diperkirakan Akan Tunjuk Obama sebagai Dubes Inggris

AFP/Nicholas Kamm
Momen kebersamaan Joe Biden dan Barack Obama

 

PRESIDEN Amerika Serikat terpilih Joe Biden kemungkinan akan menunjuk mantan bosnya, Presiden AS ke-44 Barack Obama, ke posisi penting yakni sebagai duta besar untuk Inggris.

Saat ini, Biden dalam proses mengumpulkan tim transisinya secara perlahan dan merencanakan kabinet masa depan serta posisi diplomatik utamanya.

Salah satu peran yang perlu diisi adalah duta besar untuk Inggris. Itu merupakan penunjukan penting saat kedua negara membicarakan kesepakatan perdagangan pasca-Brexit.

Pejabat Inggris khawatir Presiden asal Demokrat itu bisa mencabut kemajuan yang telah dibuat dalam pembicaraan - karena Biden telah menjadi pengkritik yang vokal atas rencana Inggris untuk mengesampingkan bagian dari perjanjian penarikan UE jika tidak ada kesepakatan yang dicapai dengan blok tersebut.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dapat menghadapi masalah lebih lanjut jika Presiden terpilih memutuskan untuk menunjuk Obama sebagai duta besar Inggris yang baru.

Whitehall saat ini berencana untuk mengundang Biden dalam kunjungan kenegaraan tahun depan, yang mungkin bertepatan dengan G7 atau KTT iklim yang keduanya akan diadakan di Inggris. Seorang sumber mengatakan kepada Sunday Times: "Ada diskusi informal," katanya.

Anggota parlemen Tory saat ini berspekulasi siapa yang akan dikirim Biden sebagai duta besar, dan satu orang dalam yang memiliki hubungan dengan politisi AS yang menyarankan agar Obama dapat dipilih.

Baca juga : Tim Transisi belum Bisa Bekerja, Biden Pertimbangkan Langkah Hukum

Mereka mengatakan kepada surat kabar: "Saya telah mendengar ada kemungkinan bahwa Obama bisa diminta sebagai ucapan terima kasih."

Namun sumber itu mengatakan fokus saat ini adalah mengamankan kabinet untuk kepresidenan mendatang.

Jika Obama diangkat untuk tugas tersebut, itu bisa menjadi agak canggung bagi Perdana Menteri. Hal itu disebabkan oleh pernyataan Johnson sebelumnya tentang mantan Presiden AS tersebut.

Pada 2016, ketika Johnson menjadi Walikota London, ia mengomentari keputusan pemerintahan Obama untuk mencopot patung Winston Churchill dari kantor Oval.

"Beberapa mengatakan itu adalah penghinaan bagi Inggris. Beberapa orang mengatakan itu adalah simbol ketidaksukaan leluhur presiden keturunan Kenya terhadap kerajaan Inggris - yang mana Churchill telah menjadi pembela yang kuat," katanya.

Johnson dikritik keras atas komentarnya, yang merujuk pada Obama yang merupakan keturunan Kenya. (Express/OL-7)

Baca Juga

AFP

Saudi akan Buka Pembatasan bagi Pemegang Visa Turis Mulai 1 Agustus

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 30 Juli 2021, 11:18 WIB
"Wisatawan yang divaksinasi akan diizinkan masuk tanpa harus dikarantina secara institusional dengan memberikan tes PCR negatif...
AFP/Angela Weiss

Warga AS yang Bersedia Divaksin Covid-19 Dibayar 100 dolar

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 30 Juli 2021, 10:15 WIB
PRESIDEN Joe Biden menguraikan sejumlah insentif untuk membuat warga AS yang enggan divaksinasi Covid-19, termasuk membayar mereka sebesar...
dok.medcom

Jepang Laporkan Lebih dari 10.000 Kasus Covid-19 dalam Sehari

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 30 Juli 2021, 08:15 WIB
JEPANG melaporkan lebih dari 10.000 kasus covid-19 dalam sehari, untuk pertama kalinya pada Kamis...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Atletik Jadi Lumbung Medali

SALAH satu cabang olahraga yang akan sangat menarik untuk disaksikan di Olimpiade 2020 ialah atletik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya