Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Obama Buka Suara Soal Video Trump yang Menggambarkannya Sebagai Kera 

Media Indonesia
16/2/2026 09:07
Obama Buka Suara Soal Video Trump yang Menggambarkannya Sebagai Kera 
Mantan Presiden AS Barrack Obama dan Joe Biden(Brendan SMIALOWSKI / AFP)

MANTAN Presiden Amerika Serikat Barack Obama menanggapi video rasis yang diunggah oleh akun media sosial Presiden Donald Trump, awal bulan ini. Obama digambarkan sebagai kera.

Selama wawancara dengan YouTuber Brian Tyler Cohen, Obama mengatakan banyak orang Amerika “merasa perilaku ini sangat mengkhawatirkan.”

“Sepertinya tidak ada rasa malu di kalangan orang-orang yang dulu merasa harus menjaga tata krama, rasa hormat, dan penghormatan terhadap jabatan tersebut,” kata Obama dalam wawancara yang diunggah di YouTube pada Sabtu.

“Ada semacam pertunjukan sirkus yang sedang terjadi di media sosial dan televisi,” tambah Obama, menggambarkan sebagian besar keributan seputar kepresidenan Trump sebagai “gangguan”.

Tanggapan Obama muncul setelah kemarahan publik atas video yang menggambarkan Obama dan mantan Ibu Negara Michelle Obama sebagai kera. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, membela video tersebut, mengatakan, “Tolong hentikan kemarahan palsu ini.” Trump menolak meminta maaf atas posting media sosialnya, mengatakan kepada wartawan, “Saya tidak membuat kesalahan” di atas pesawat Air Force One.

Video tersebut, yang diunggah pada awal Bulan Sejarah Hitam, telah dihapus. Gedung Putih menyalahkan seorang staf karena “salah” mengunggah klip video tersebut.

Obama juga berbagi pandangannya tentang penindakan imigrasi dan protes di Minnesota dan daerah lain di seluruh negeri, mengatakan kepada Cohen bahwa hal itu telah membuat banyak orang Amerika mengatakan “kita akan menegakkan nilai-nilai yang kita yakini.”

“Penting bagi kita untuk menyadari sifat yang belum pernah terjadi sebelumnya dari apa yang dilakukan ICE di Minneapolis, St. Paul, cara agen federal, agen ICE, ditugaskan tanpa pedoman yang jelas, pelatihan, menarik orang dari rumah mereka, menggunakan anak berusia lima tahun untuk mencoba memancing orang tua mereka, semua hal yang kita lihat, menembakkan gas air mata ke kerumunan yang hanya berdiri di sana, tidak melanggar hukum apa pun,” kata presiden ke-44 AS tersebut.

Obama menyebut pembunuhan Alex Pretti di Minneapolis bulan lalu sebagai “tragedi yang memilukan” dan mengatakan hal itu merupakan “peringatan bagi setiap warga Amerika, tanpa memandang partai, bahwa banyak nilai-nilai inti kita sebagai bangsa semakin terancam.”

Dia juga mengatakan bahwa pemerintahan Trump telah memberikan penjelasan mengenai kematian Pretti dan Renee Good, seorang wanita berusia 37 tahun yang dibunuh oleh seorang petugas imigrasi. Menurutnya itu tidak didasarkan pada penyelidikan yang serius. (NPR/H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik