Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Obama Buka Suara Soal Video Trump yang Menggambarkannya Sebagai Kera Sebut Pengalihan Perhatian 

Media Indonesia
16/2/2026 09:15
Obama Buka Suara Soal Video Trump yang Menggambarkannya Sebagai Kera Sebut Pengalihan Perhatian 
Presiden AS Donald Trump(instagram/@realdonaldtrump)

MANTAN Presiden Amerika Serikat Barack Obama menanggapi video rasis yang dibagikan Presiden Donald Trump secara online. Obama menyebutnya sebagai ‘pengalihan perhatian’ dari masalah-masalah nyata yang dihadapi negara.

Dalam wawancara eksklusif dengan jurnalis Brian Tyler Cohen, Obama tidak terlalu fokus pada klip viral itu, gambar yang menggambarkan dirinya dan mantan Ibu Negara Michelle Obama sebagai kera, melainkan menggunakan momen tersebut untuk membahas diskursus politik.

Cohen membuka pembicaraan dengan Obama dan mencatat bahwa retorika publik telah “menurun ke tingkat kejam yang belum pernah kita lihat sebelumnya,” menambahkan bahwa perilaku yang dulu dianggap “tidak layak hanya beberapa tahun yang lalu” kini tidak hanya ditoleransi tetapi “dihargai.”

“Hanya beberapa hari yang lalu, Donald Trump menempatkan foto Anda, wajah Anda, di tubuh seekor kera,” kata Cohen. 

Obama tertawa singkat dan terkendali saat Cohen menggambarkan gambar tersebut.

“Kita telah menyaksikan degradasi percakapan. Bagaimana kita bisa kembali dari situasi yang telah kita masuki?” tanya Cohen.  

Obama menjawab, “Mayoritas rakyat Amerika merasa perilaku ini sangat mengkhawatirkan.”  

Dia mengabaikan siklus kemarahan yang viral sebagai tak lebih dari taktik untuk menarik ‘perhatian’ dan menggambarkan posting Trump sebagai 'hanya gangguan belaka.'

Obama membedakan antara kekacauan di dunia maya dan apa yang mencerminkan nilai-nilai Amerika yang sesungguhnya.

Obama menyebutnya sebagai “pertunjukan sirkus yang terjadi di media sosial dan televisi,” sambil menegaskan bahwa degradasi kesopanan memang nyata.

Dia mengkritik politisi dan tokoh publik yang memperkuat retorika provokatif, mengatakan tidak ada rasa malu atas hal ini dan menyebut pergeseran ini sebagai kehilangan kesopanan dan rasa hormat.

Obama menolak anggapan bahwa negara secara keseluruhan masyarakat Amerika telah menerima retorika ekstrem itu. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik