Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Usai Ejek Obama, Trump Foto dengan Liz Truss

Media Indonesia
16/2/2026 09:29
Usai Ejek Obama, Trump Foto dengan Liz Truss
Presiden AS Donald Trump dan Mantan Perdana Menteri Inggris Liz Truss( trussliz/Instagram)

MANTAN Perdana Menteri Inggris Liz Truss, mendapat kritikan tajam setelah tertangkap kamera bersama Donald Trump meskipun Trump. Trump sebelumnya melontarkan gambar rasis kepada keluarga Barack Obama dengan menggambarkan mereka sebagai kera.

Truss bertemu dengan Presiden AS di lapangan golfnya di Palm Beach pada Minggu. Keduanya terlihat tersenyum ke kamera, dengan Liz Truss menambahkan caption ‘Benar tentang segalanya’.  

Donald Trump mengunggah video di Truth Social yang menampilkan wajah Barack dan Michelle Obama di tubuh kera yang memicu kemarahan dari kedua belah pihak spektrum politik.

Video berdurasi satu menit tentang mesin pemungutan suara yang dimanipulasi, yang kini telah dihapus itu menampilkan adegan dua detik mantan Presiden dan Ibu Negara sebagai kera.

Selama wawancara dengan Brian Tyler Cohen, Obama mengatakan: "Pertama-tama, saya pikir penting untuk mengakui bahwa mayoritas rakyat Amerika merasa perilaku ini sangat mengganggu," ujar Obama seperti dikutip dari Metro.co.uk, Senin (16/2).

‘Memang benar hal itu menarik perhatian. Itu memang sebuah gangguan," ujar Obama.

"Anda bertemu orang-orang mereka masih percaya pada kesopanan, keramahan, dan kebaikan, sementara di media sosial dan televisi terjadi semacam pertunjukan konyol," sambung Obama.

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa video itu berasal dari video meme internet yang menggambarkan Presiden Trump sebagai Raja Hutan dan Demokrat sebagai karakter dari The Lion King.

"Tolong hentikan kemarahan palsu dan liputlah sesuatu hari ini yang benar-benar penting bagi publik Amerika," ujarnya pada media.

Setelah mengundurkan diri setelah 49 hari menjabat, Truss semakin mendekati sayap kanan AS dan menggambarkan dirinya sebagai korban dari apa yang disebut ‘deep state’ Inggris. (H-4).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik