Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump saat kembali ke Gedung Putih dengan mencopot masker mendapat kritikan banyak pihak. Kepulangan Trump ke Gedung Putih untuk melanjutkan perawatan lanjutan akibat positif korona. Trump pun menentang kritikan itu dan menyebutkan bahwa rakyat AS saat ini tengah belajar hidup dengan covid-19.
"Banyak orang setiap tahun, terkadang lebih dari 100.000, dan meskipun ada vaksin meninggal karena flu. Apakah kita akan menutup negara kita? Tidak, kita telah belajar untuk hidup dengannya, seperti kita belajar untuk hidup dengan Covid, di kebanyakan populasi jauh lebih mematikan !!!" tulis Trump di akun Twitternya, Selasa (6/10).
Trump, yang kembali pada Senin malam setelah hampir empat hari di Walter Reed Medical Center di luar Washington, dijadwalkan menerima transfusi kelima dari obat antiviral remdesivir saat dirawat dengan steroid deksametason. Biasanya obat itu hanya digunakan pada kasus yang paling parah.
"Jangan biarkan itu mendominasi Anda. Jangan takut," kata Trump dalam video setelah dia kembali pada Senin malam.
"Saya lebih baik, dan mungkin saya kebal, saya tidak tahu," tambahnya.
Sementara itu, dokter Gedung Putih, Dr Sean P Conley, menekankan bahwa Trump akan mendapatkan perawatan medis kelas dunia yang tersedia di Gedung Putih sepanjang waktu. Tujuannya untuk menekan risiko kesehatan presiden dan meminimalisir penyebaran virus di Gedung Putih.
baca juga: Gedung Putih Tolak Pedoman FDA
Trump saat menjalani perawatan di Walter Reed sempat keluar rumah sakit dan berkeliling naik mobil untuk menyapa pendukungnya. Bahkan, dalam debat presiden, Trump telah dikritik atas penanganan pandemi di negara itu.
"Saya terkejut ketika dia mengatakan Covid tidak boleh ditakuti," kata William Schaffner, seorang profesor kedokteran pencegahan dan penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center di Nashville.
"Ini adalah penyakit yang menewaskan sekitar seribu orang setiap hari, merusak perekonomian, membuat orang kehilangan pekerjaan. Ini adalah virus yang harus dihormati sekaligus ditakuti."
"Ini adalah kegagalan kepemimpinan yang tragis," cuit Senator Demokrat Chris Coons. (OL-3)
Demokrat tuding Jaksa Agung Pam Bondi tutupi berkas Jeffrey Epstein dan jadikan DOJ alat balas dendam Trump.
DPR AS melakukan pemungutan suara untuk mencabut tarif impor produk Kanada yang diterapkan Donald Trump.
Presiden AS Donald Trump bertemu PM Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. Bahas kelanjutan negosiasi nuklir Iran dan ancaman aksi militer jika kesepakatan buntu.
Presiden Prabowo Subianto dipastikan akan menghadiri KTT perdana Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang akan digelar di Amerika Serikat pekan depan.
AMERIKA Serikat menyatakan menolak langkah aneksasi Tepi Barat oleh Israel. AS menekankan pentingnya menjaga stabilitas di wilayah pendudukan Palestina tersebut.
Lucy Harrison, 23, tewas tertembak di dada saat mengunjungi ayahnya di Texas. Sidang koroner mengungkap adanya argumen panas terkait Donald Trump sebelum kejadian.
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved